Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

ID FOOD Akan Lepas Anak Usaha yang Produksi Kondom dan Alat Kesehatan, Ke Mana?

ID FOOD berencana melepas PT Mitra Rajawali Banjaran, produsen kondom yang berdiri sejak tahun 1986.

11 Oktober 2023 | 00.08 WIB

Direktur Utama ID Food atau PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI, Frans Marganda Tambunan usai kegiatan pembongkaran kontainer gula impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu, 1 April 2023. Tempo/Amelia Rahima Sari.
Perbesar
Direktur Utama ID Food atau PT Rajawali Nusantara Indonesia/RNI, Frans Marganda Tambunan usai kegiatan pembongkaran kontainer gula impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Sabtu, 1 April 2023. Tempo/Amelia Rahima Sari.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Holding BUMN Pangan ID FOOD berencana melakukan divestasi atau melepas empat anak usahanya. Salah satunya, PT Mitra Rajawali Banjaran, produsen kondom yang berdiri sejak tahun 1986.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Terkait pabrik Mitra Banjaran di Bandung, tahun lalu kita sudah coba divestasi ke teman kita Bio Farma. Cuma memang ada ketidakcocokan harga dan sebagainya, jadi kita tunda," kata Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan dalam acara Ngopi BUMN, di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta pada Selasa, 10 Oktober 2023. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dengan alasan ketidakcocokan itu, Frans mengatakan pihaknya akan menahan upaya divestasi. "Sementara ini, Mitra Banjaran mem-backup produksi alat kesehatan farmasi untuk Rajawali Nusindo sampai nanti kita berikutnya menunggu divestasi tahap dua kita tawarkan," ucap Frans.

Frans mengatakan pihaknya akan lebih mengutamakan melakukan divestasi ke sesama BUMN

Ia mengatakan divestasi ini sebagai upaya refocusing bisnis. "Kedepannya anak perusahaan yang tidak terkait langsung dengan induk perusahaan akan kita divestasi dengan cara refocusing," kata Frans.

Menurutnya, sebelumnya RNI memiliki anak perusahaan yang beragam, sehingga perlu dibenahi. "Awalnya kan RNI di bawah binaan Kementerian Keuangan. Jadi dulu gado-gado, ada alat kesehatan dan farmasi, perkebunan, bahkan kita dulu punya Phapros yang kita divestasi ke Bio Farma. Jadi macam-macam," kata Frans.

Frans menyebut terdapat empat anak perusahaan yang tidak memiliki fokus bisnis berkaitan dengan ID FOOD. "Refocusing bisnis ada perkebunan sawit, teh, ada alat suntik dan kondom, kemudian ada pabrik karung," ucap Frans.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus