Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Jokowi Targetkan Papua Terang Benderang pada 2018

Presiden Joko Widodo menargetkan seluruh desa di Papua dialiri listrik pada 2018. Dari 3 ribu desa tanpa listrik, 2 ribu ada di Papua, kata Jokowi.

20 Desember 2017 | 21.52 WIB

Presiden Joko Widodo melambaikan tangan saat tiba di Bandara Internasional Clark, Filipina, 12 November 2017. Jokowi tiba di Filipina untuk menghadiri ASEAN ke-31. AP/Bullit Marquez
Perbesar
Presiden Joko Widodo melambaikan tangan saat tiba di Bandara Internasional Clark, Filipina, 12 November 2017. Jokowi tiba di Filipina untuk menghadiri ASEAN ke-31. AP/Bullit Marquez

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi menargetkan pada tahun depan seluruh desa di wilayah Papua sudah terang-benderang, semuanya teraliri energi listrik.

"Saya tadi sudah perintahkan pada Menteri ESDM, nanti juga dibantu PLN, tahun depan di tanah Papua semua desa harus terang benderang," kata Presiden Joko Widodo saat meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 20 MW dan PLTMG 50 MW Jayapura di Kelurahan Kaliboho, Kabupaten Nabire, Rabu, 20 Desember 2017.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca juga: Listrik Papua, Jokowi: Hotel Presiden Saja Byar-Pet 3 Kali

Jokowi mengungkapkan bahwa desa yang belum teraliri listrik hingga saat ini mencapai 3.000 dan paling banyak, yakni 2.000 desa ada di tanah Papua.

Presiden mengakui bahwa membangun infrastruktur listrik di Papua itu tidak mudah, karena medannya berat.

"Memang tidak mudah mengerjakan namanya listrik di tanah Papua. medannya sangat berat sekali, tadi kita lihat, bergunung-gunung, kemudian mau membawa tiang listrik saja nyebur ke sungai yang dalam tadi. Artinya medannya memang sangat berat, bukan karena apa-apa, medannya sangat berat," kata Jokowi.

Presiden juga mengaku telah dilapori jika membangun infrastruktur di Papua itu mahal, namun harus dikerjakan untuk rasa keadilan.

"Saya dilapori Menteri ESDM, membangun satu desa itu Rp2 miliar. Kalau di tempat lain Rp1 miliar. Memang lebih mahal. Ini bukan mahal dan murah. Ini keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Jokowi.

Presiden juga mengatakan untuk rakyat Papua semua harus dilakukan, seperti BBM satu harga, penurunan harga semen, juga masalah jalan, layanan kesehatan, dan pendidikan.

Setelah acara peresmian,  Jokowi kembali menegaskan bahwa Menteri ESDM telah menyanggupi tercapainya target seluruh desa di Papua teraliri listrik,  baik listrik PLN maupun listrik tenaga matahari.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

ANTARA

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus