Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan duka cita atas meninggalnya Sutopo Purwo Nugroho. Arief mengaku memiliki kenangan mendalam bersama Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB itu.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Innalillahi wa inna Illaihi rojiun. Selamat jalan, sahabat, saudara, dan mitra kerja kami. Akhir 2017 dan sepanjang 2018, kami akrab dan sering bekerja sama dengan Pak Sutopo, saat erupsi," ujar Arief dalam pesan pendek kepada Tempo, Ahad, 7 Juli 2019.
Kenangan peristiwa erupsi yang dimaksud Arief bersama Sutopo ialah kala peristiwa erupsi Gunung Agung Bali yang terjadi pada September 2017 lalu. Ia mengatakan Sutopo acap menakis kabar-kabar hoaks yang berkaitan dengan kebencanaan pada masa itu
Kedekatan Arief dan Sutopo kembali terjalin saat bencana gempa melanda Lombok-Sumbawa hingga tsunami di Palu pada September hingga Oktober 2018. Tak sampai di situ, Arief memuji kinerja Sutopo dalam menyampaikan informasi kala bencana tsunami melanda Selat Sunda Banten-Lampung pada akhir Desember 2018 hinggga erupsi beberapa gunung belakangan.
"Beliau selalu menjadi tokoh yang aktif melawan hoaks, menyampaikan informasi yang sejuk, tidak menakut-nakuti, faktual, dan komplet dengan data," ucapnya.
Mantan bos PT Telekomunikasi Indonesia Tbk itu mengaku kehilangan sosok Sutopo yang hebat dan bersahabat. "Kami Semua kehilangan putra terbaik bangsa. Selamat jalan Pak Sutopo, Semoga diterima amal ibadahnya, diampuni dosa dosanya, dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya," tuturnya.
Sutopo meninggal dunia pada Ahad, 7 Juli 2019 sekitar pukul 01.00 WIB. Kepala Bagian TU Pusdatinmas BNPB Yahya membenarkan hal tersebut. “Iya beliau meninggal sekitar pukul 02.00 waktu Guangzhou, Cina,” kata Yahya saat dihubungi Tempo, Ahad dinihari.
Sutopo diketahui berangkat ke Guangzhou, Cina, untuk mengobati kanker parunya yang semakin parah dan disebut kian menyebar pada 15 Juni 2019 lalu. Ia mengumumkan kepergiannya ke Cina melalui vlog yang dibuatnya dengan merekam suasana di Bandara Internasional Soekarno Hatta sambil bercerita dan diunggahnya di akun Instagramnya pada 15 Juni 2019.
Baca: Sutopo Tak Jarang Hitung Prediksi Kerugian Sejumlah Bencana
Sebelum melakoni perjalanan ke Guangzhou, melalui Twitter-nya pada 9 Juni lalu, Sutopo masih sempat mencuitkan informasi mengenai erupsi Gunung Sinabung. Sedangkan pada hari yang sama dengan keberangkatannya ke Cina itu, Sutopo mengunggah foto satelit peta Indonesia tanpa keterangan apa pun.
ADAM PRIREZA