Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Ketahui Arti K dalam Harga dan Bedanya dengan M, B, hingga T

Tanda K dalam harga adalah simbol yang sering kita temui. Apa sebenarnya arti dari K dalam harga? Mari kita pahami lebih dalam!

31 Agustus 2023 | 15.15 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Berikut ini arti K dalam harga. Foto: Canva

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Bagi Anda yang hobi berbelanja, mungkin sudah tidak asing lagi saat melihat harga barang penambahan huruf K, seperti 1K, 10K, 100K, dan sebagainya. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Hal ini mungkin sudah sering Anda temui saat berbelanja di e-commerce, mal, atau sekadar melihat penawaran produk di media sosial. Apa sebenarnya arti K dalam harga?

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasi tentang arti K dalam harga dan perbedaannya dengan M, B, dan T. 

Arti K dalam Harga

Penggunaan huruf K digunakan sebagai penanda ribuan dan salah satu aspek penting dalam Sistem Satuan Internasional yang dikenal dengan singkatan SI. 

Sistem Satuan Internasional (SI) adalah sistem yang digunakan secara global untuk mengukur berbagai parameter fisik, seperti panjang, massa, waktu, dan banyak lainnya. 

Huruf K dalam konteks ini berasal dari kata "kilo," yang memiliki akar etimologi dari bahasa Yunani, yaitu Chilioi yang berarti banyak atau jamak.

Huruf “K” digunakan untuk menyatakan ribuan dan merupakan salah satu unit pengukuran dalam Sistem Satuan Internasional atau SI (Système international d’unités) yang berasal dari kata “Kilo”.

Misalnya, ketika kita melihat "1K," ini artinya 1 kilo atau jika ditulis dalam nominal adalah 1.000 atau seribu. Begitu juga untuk "10K" berarti 10.000, dan "100K" berarti 100.000.

Penggunaan huruf K untuk mengindikasikan "ribuan" diperkirakan mulai menjadi umum sekitar pertengahan tahun 1940-an. 

Rekaman sejarah mengungkapkan bahwa notasi K sebagai simbol untuk ribuan pertama kali tercatat dalam glosarium buku teks "Basic Electrical Engineering" yang dipublikasikan oleh McGraw-Hill pada tahun 1945.

Pada tahun 1947 atau dua tahun setelahnya, perusahaan elektronik terkemuka bernama Radio Corporation of America (RCA)  memasukkan K ke dalam glosarium mereka yang diberi judul "Common Words in Radio, Television, and Electronics." 

Penggunaan K dalam glosarium tersebut adalah salah satu upaya untuk standarisasi istilah-istilah teknis yang digunakan dalam industri elektronik yang pada saat itu mengalami perkembangan pesat.

Sejak saat itu, penggunaan huruf "K" dalam menyatakan ribuan telah menjadi norma dalam berbagai konteks, termasuk harga produk, statistik, dan pengukuran dalam berbagai industri.

Alasan di Balik K dalam Harga

Penggunaan huruf K untuk menyatakan ribuan memiliki beberapa alasan yang melatarbelakangi popularitasnya dalam penanda ribuan. Beberapa alasan huruf K sebagai representasi ribuan adalah:

1. Efisiensi Penulisan

Salah satu alasan utama di balik penggunaan K adalah efisiensi dalam penulisan. Angka-angka besar dengan banyak nol, seperti Rp100.000, dapat menjadi sulit dibaca dan memakan waktu untuk ditulis. 

Penggunaan K sebagai singkatan dari ribuan memungkinkan kita untuk menyajikan angka tersebut dengan lebih cepat dan mudah. Sebagai contoh, penulisan "10K" dengan cepat menggambarkan nilai 10.000.

2. Penghematan Tempat

Selain efisiensi penulisan, penggunaan huruf K juga menghemat tempat tulisan. Dalam ruang yang terbatas, seperti iklan, brosur, atau tampilan online yang terbatas, penggunaan K juga menghemat ruang tersebut. 

Hal ini memungkinkan perusahaan dan penjual untuk mencantumkan harga produk atau layanan mereka tanpa perlu mengorbankan ruang yang berharga untuk menuliskan semua angka nol.

3. Dampak Psikologis

Penggunaan K dalam penulisan harga memiliki dampak psikologis yang penting. Harga yang ditampilkan dengan notasi K mungkin tampak lebih rendah secara psikologis daripada harga yang sama yang ditampilkan dengan angka lengkap. 

Misalnya, Rp100.000 mungkin terasa lebih mahal daripada 100K, meskipun sebenarnya jumlahnya sama. Ini dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap harga dan membuat mereka lebih mungkin untuk membeli produk atau layanan tersebut.

Perbedaan K dengan M, B, dan T dalam Konteks Nominal Harga

Untuk memahami perbedaan antara K dan M, B, serta T dalam konteks nominal, kita perlu melihat penggunaan dan makna dari setiap singkatan ini, terutama dalam bahasa Inggris.

1. K (Kilo)

Arti: K adalah singkatan dari "kilo," yang dalam bahasa Yunani berarti seribu. Dalam konteks angka, K digunakan untuk menyatakan angka ribuan, sehingga 1K sama dengan 1.000, 10K sama dengan 10.000, dan seterusnya.

Contoh: 5K berarti 5.000.

2. M (Million)

Arti: M adalah singkatan dari "million," yang dalam bahasa Inggris berarti jutaan. Dalam notasi angka, M digunakan untuk menyatakan nominal jutaan, hingga 1M sama dengan 1.000.000.

Contoh: 2M berarti 2.000.000 atau 2 juta.

3. B (Billion)

Arti: B adalah singkatan dari "billion," yang dalam bahasa Inggris berarti miliaran. Di beberapa negara, seperti Amerika Serikat, B digunakan untuk menyatakan nominal dalam miliaran, sehingga 1B sama dengan 1.000.000.000 atau 1 miliar.

Contoh: 3B berarti 3.000.000.000 atau 3 miliar.

4. T (Trillion):

Arti: T adalah singkatan dari "trillion," yang dalam bahasa Inggris berarti triliun. Di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, T digunakan untuk menyatakan nominal dalam triliun, sehingga 1T sama dengan 1.000.000.000.000 atau 1 triliun.

Contoh: 4T berarti 4.000.000.000.000 atau 4 triliun.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai arti K dalam harga, semoga informasi ini bermanfaat. 

KAYLA NAJMI IHSANI

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus