Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

KNKT Jelaskan Detik-detik Pesawat Pecah saat Menghantam ke Laut

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan saat menyentuh air mesin pesawat Lion Air JT 610 dalam kondisi hidup.

5 November 2018 | 12.46 WIB

Dalam konferensi pers, Kombes Yusri Yunus (kedua Kanan) menjelaskan, terdapat tujuh korban yang baru teridentifikasi tim DVI Polri melalui DNA dan medis di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W
material-symbols:fullscreenPerbesar
Dalam konferensi pers, Kombes Yusri Yunus (kedua Kanan) menjelaskan, terdapat tujuh korban yang baru teridentifikasi tim DVI Polri melalui DNA dan medis di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Ahad, 4 November 2018. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Komite Nasional Keselamatan Transportasi atau KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan saat menyentuh air, mesin pesawat Lion Air JT 610 dalam kondisi hidup. Ia mengungkapkan dari bagian mesin yang sudah ditemukan, mesin berputar dengan kecepatan RPM yang cukup tinggi.

Simak: KNKT Berkomitmen Kerja Cepat Investigasi Lion Air JT-610

"Saat menyentuh air, mesin hidup dengan putaran cukup tinggi," kata dia saat konferensi pers di Hotel Ibis Cawang, Senin, 5 November 2018.

Ia juga menjelaskan pesawat pecah saat menghantam permukaan laut. Menurut dia, hal itu lah yang membuat banyak pecahan pesawat dalam ukuran kecil.

"Pesawat pecah ketika impact saat kena air jadi tidak pecah di udara, kalau pecah di atas serpihannya sangat lebar," kata dia.

Soerjanto juga mengatakan saat menyentuh air mesin pesawat dalam kondisi hidup. Ia mengungkapkan dari bagian mesin yang sudah ditemukan, mesin berputar dengan kecepatan RPM yang cukup tinggi.

"Saat menyentuh air, mesin hidup dengan putaran cukup tinggi," kata dia.

Sebelumnya, Tim SAR gabungan telah mengangkat bagian mesin turbin dan roda pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat. Komandan Satuan Kapal Amfibi Koarmada I Kolonel Bambang Trijanto menyebut tim menemukan dua objek itu Sabtu sore lalu.

Bambang menjelaskan, mesin turbin dan roda itu ditemukan pada kedalaman 32 meter. Tim SAR  menggunakan kompresor udara bertekanan tinggi serta balon udara untuk mengangkat bagian pesawat Lion Air itu. “Balon udara untuk mengapungkan benda berat, kami ikat di turbin,” kata Bambang.

Pesawat Lion Air JT 610 dengan nomor registrasi PK-LQP itu jatuh di perairan Tanjung Karawang, pada Senin, 29 Oktober 2018. Pesawat jenis Boeing 737 Max8 itu hilang kontak pada pukul 06.32 WIB, atau sekitar 12 menit setelah lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Simak berita tentang KNKT hanya di Tempo.co

KARTIKA ANGGRAENI | ADAM PRIREZA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus