Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Masih Lemah, IHSG Diproyeksi Sentuh Level 7.100 Pekan Depan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,73 persen ke level 7.161,25 dan diproyeksi menyentuh 7.100 Senin depan.

15 November 2024 | 22.35 WIB

Pekerja melewati layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 21 Oktober 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16 oersen atau 12,535 poin menjadi 7.772,596 pada sehari setelah pelantikan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. TEMPO/Tony Hartawan
Perbesar
Pekerja melewati layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 21 Oktober 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16 oersen atau 12,535 poin menjadi 7.772,596 pada sehari setelah pelantikan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. TEMPO/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,73 persen ke level 7.161,25 pada penutupan perdagangan Jumat, 15 November 2024. Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan tren pelemahan ini diprediksi masih terus berlanjut hingga awal pekan depan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Kami memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan uji support 7.100 di Senin,” kata dia dalam analisa rutinnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dari pasar global, pasar mengantisipasi rilis data Existing Home Sales atau indikator jumlah dan harga rumah di Amerika Serikat (AS) bulan Oktober 2024 pada Kamis, 21 November 2024 mendatang. Diperkirakan, data tersebut mengalami kenaikan menjadi 3.88 juta dari 3.84 juta di September 2024. Selain itu, pasar juga akan mengantisipasi rilis data S&P Global Manufacturing PMI Flash bulan November 2024 di Amerika Jumat mendatang yang diperkirakan mengalami peningkatan menjadi 49.2 dari 48.5 di Oktober 2024 meskipun masih berada di zona kontraksi.

Sementara itu dari Kawasan Eropa, pasar mengantisipasi rilis data inflasi di Eropa pada bulan Oktober 2024 yang dijadwalkan rilis pekan depan. Alrich mengatakan perkiraannya inflasi kawasan Eropa mengalami peningkatan menjadi 2 persen dari 1,7 persen di September 2024.

Kondisi tersebut, kata dia, diyakini dapat mempengaruhi kebijakan moneter Bank Sentral Eropa atau ECB di sisa tahun 2024 ini. Selain itu, Inggris juga dijadwalkan merilis data inflasi bulan Oktober 2024 di pekan depan yang diperkirakan juga meningkat ke level 2 persen dari 1,7 persendi September 2024.

Dari pasar regional, pasar mengantisipasi rilis data Neraca Perdagangan bulan Oktober 2024 di Jepang yang dijadwalkan rilis pekan depan (20/11) dan diperkirakan mengalami defisit ¥360,4 miliar dari defisit ¥294,3 miliar di September 2024. Kondisi tersebut diyakini dapat mempengaruhi outlook pertumbuhan ekonomi Jepang di sisa 2024 ini. Sementara dari pasar domestik, pasar menantikan pertemuan RDG BI yang dijadwalkan pada Rabu, 20 November 2024 mendatang sebagai acuan untuk mengetahui arah kebijakan moneter BI ditengah pelemahan rupiah beberapa waktu terakhir.

Hammam Izzuddin

Lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Menjadi jurnalis media lokal di Yogyakarta pada 2022 sebelum bergabung dengan Tempo pada 2024

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus