Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Banyuwangi - Chief of External Affairs PT Merdeka Copper Gold Tbk. Boyke Poerbaya Abidin membeberkan sejumlah proyek besar perusahaan tambang tersebut yang tengah digarap pada tahun ini. Apa saja?
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"MDKA itu untuk project-nya ada yang besar itu, tentunya yang sekarang ada di lokasi, yaitu underground project (proyek tambang bawah tanah) daripada PT BSI," kata Boyke saat ditemui di Tujuh Bukit Operations, Banyuwangi pada Kamis, 7 September 2023.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Adapun PT Bumi Suksesindo alias BSI adalah anak usaha dari Merdeka Gold Copper. PT BSI-lah yang mengelola tambang Tujuh Bukit tersebut.
Lebih lanjut, Boyke menuturkan proyek tambang bawah tanah itu ditargetkan memproduksi tembaga alias copper. "Cadangannya kelas dunia," tutur dia.
Dinukil dari laman resmi Merdeka Gold Copper, kandungan bijih di tambang bawah tanah Tujuh Bukit merupakan kelas dunia dan bisa dibandingkan dengan Tambang Tembaga Emas Batu Hijau di Sumbawa dan Tambang Grasberg di Kabupaten Mimika, Papua. Usia tambang tersebut juga diperkirakan mencapai 40 tahun.
Underground project itu mengandung sumber daya mineral sebanyak 1,71 miliar ton bijih dengan kadar 0,47 persen tembaga dan 0,50 gram per ton emas, yang mengandung sekitar 8,1 juta ton tembaga dan 27,4 juta ounces emas. Jumlah tersebut termasuk sumber daya terindikasi sebesar 442 juta ton dengan 0,60 persen tembaga dan 0,66 gram per ton emas.
"Yang kedua adalah proyek emas di Gunung Pani, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Itu juga cadangannya kelas dunia," lanjut Boyke.
Pada Mei 2023, Merdeka telah mengumumkan estimasi sumber daya mineral untuk Proyek Emas Pani. Diperkirakan jumlahnya sebesar 275,8 juta ton dengan kadar 0,75 gram per ton emas yang mengandung 6,63 juta ounces emas.
Studi kelayakan atas proyek tersebut tengah disusun, meliputi penggunaan dua metode berbeda untuk memproses bijih, yakni Carbon-in-Leach dan Heap Leach. Studi dijadwalkan selesai pada akhir kuartal III 2023 dan akan diumumkan pada kuartal terakhir tahun depan.
"Diharapkan bisa beroperasi dalam tiga tahun ke depan dan bisa memproduksi sampai 450 ribu ounces per tahun," tutur dia.