Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Modifikasi Software Boeing 737 Max Diperkirakan Rilis April

Kementerian Perhubungan memperkirakan, Boeing Co merilis modifikasi perangkat lunak atau software untuk pesawat seri Boeing 737 Max mereka pada April nanti.

21 Maret 2019 | 05.42 WIB

Para petugas membongkar sebuah kargo berisi kotak hitam dari Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines di luar markas badan investigasi kecelakaan udara BEA Prancis di Le Bourget, utara Paris, Prancis, 14 Maret 2019. [REUTERS / Philippe Wojazer]
Perbesar
Para petugas membongkar sebuah kargo berisi kotak hitam dari Boeing 737 MAX 8 Ethiopian Airlines di luar markas badan investigasi kecelakaan udara BEA Prancis di Le Bourget, utara Paris, Prancis, 14 Maret 2019. [REUTERS / Philippe Wojazer]

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta – Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat (DKPPU) Kementerian Perhubungan memperkirakan pabrikan Boeing Co akan merilis modifikasi perangkat lunak atau software untuk pesawat seri Boeing 737 Max mereka pada April nanti. Informasi itu disampaikan Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Avirianto seusai menggelar telekonferensi bersama Boeing Co dan Federal Aviation Administration (FAA).

Baca juga: Boeing Rombak Manajemen Imbas Jatuhnya Ethiopian Airlines

“Dia rencanakan sekitar bulan April untuk modifikasi (software). Kita ikuti saja. Setelah (Boeing) publish, dia akan ke operator,” kata Avirianto saat dihubungi Tempo pada Rabu, 20 Maret 2019. Operator yang dimaksud Avirianto adalah perusahaan maskapai yang menerbangkan Boeing.

Di Indonesia, operator yang mengudarakan seri teranyar Boeing itu ialah Lion Air dan Garuda Indonesia. Lion Air mengoperasikan 10 pesawat Boeing 737 Max 8 dan Garuda Indonesia satu unit.

Namun, pesawat-pesawat tersebut dikandangkan setelah FAA mengeluarkan surat larangan terbang atau continuous airworthiness notification to the international community (CANIC). Larangan ini menyusul insiden kecelakaan pesawat Boeing seri Max 8 milik Lion Air pada Oktober lalu dan Ethiopian Airlines pada 10 Maret lalu.

Avirianto mengatakan Boeing telah menyusun software baru hingga revisi pelatihan pilot terkait dengan Maneuvering Characteristics Augmentation System (MCAS) sejak kecelakaan menimpa pesawat Lion Air. Dalam software yang telah diperbarui itu, ia memungkinkan Boeing akan mengenalkan program modifikasi, pemutakhiran software, hingga training pilot. “Mungkin juga MCAS-nya akan di-update,” ucapnya.

Software itu nanti akan kembali diuji dan disertifikasi kembali oleh FAA. Bila FAA sudah mengeluarkan surat rekomendasi terbang, Boeing seri Max dengan software anyar kemungkinan dapat mengangkasa kembali. Avirianto menjelaskan, DKPPU akan ikut mengawasi proses pembaruan software Boeing seri Max hingga program tersebut berjalan. “Kita awasi apa saja dan ikuti instruksi FAA,” ujarnya.

Kepala Eksekutif Boeing Co., Dennis Muilenburg, sebelumnya merilis pernyataan bakal segera meluncurkan perangkat lunak Boeing 737 seri Max. Ia menyatakan sedang mengambil sejumlah langkah guna "memastikan secara penuh" keselamatan pesawat Boeing jenis 737 MAX seusai dua peristiwa mematikan di Indonesia dan Ethiopia itu terjadi.  

ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus