Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Pemerintah Buka Transportasi, DPR: Sekarang Kedelai Besok Tempe

Meski diizinkannya transportasi publik beroperasi hanya untuk kebutuhan khusus, pemerintah dinilai tak konsisten menekan penyebaran virus Corona.

6 Mei 2020 | 16.59 WIB

Pemudik asal Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Ahad, 3 Mei 2020. Pemerintah kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mudik demi memutus rantai penyebaran virus Corona. ANTARA/Budi Candra Setya
Perbesar
Pemudik asal Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Ahad, 3 Mei 2020. Pemerintah kembali menegaskan kepada masyarakat untuk tidak mudik demi memutus rantai penyebaran virus Corona. ANTARA/Budi Candra Setya

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Fraksi Partai Demokrat, Irwan, mengkritik langkah pemerintah membuka kembali operasional angkutan penumpang komersial atau transportasi publik di masa pelarangan mudik. Meski kebijakan ini diberlakukan untuk kebutuhan khusus, pemerintah dinilai tak konsisten dalam menekan penyebaran virus corona.

"Sekarang A, besok C, sekarang kedelai, besok tempe. Apa sih kita ini? Sudah berbulan-bulan keputusan berubah-ubah," ujarnya dalam rapat dengar pendapat dengan Kementerian Perhubungan, Rabu, 6 Mei 2020.

Irwan khawatir kebijakan ini justru akan memperpanjang masa pandemi Corona. Bahkan, ia was-was bila izin operasional angkutan penumpang dibuka, hal ini akan memicu pertambahan jumlah pasien positif Covid-19. Khususnya di daerah non-Jabodetabek yang saat ini berpotensi menjadi zona merah penyebaran wabah.

Dia menilai relaksasi yang diberikan pemerintah untuk sebagian masyarakat yang memiliki kepentingan khusus ini tidak berorientasi terhadap kesehatan. Melainkan sekadar untuk penyelamatan ekonomi. Di samping itu, keputusan-keputusan terkait penanganan Covid-19 belakangan dinilai telah membuat masyarakat bingung.

Ke depan, Irwan meminta pemerintah lebih konsisten dalam mengambil keputusan. Terkait dengan pelaksanaan pembukaan operasional transportasi, politikus asal Kalimantan Timur itu meminta pemerintah mengawasi teknis pelaksanaannya di lapangan.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sebelumnya menjelaskan pemerintah akan kembali membuka izin pengoperasian angkutan penumpang komersial untuk seluruh moda, esok, 7 Mei 2020. Ia menjelaskan, pihak yang dibolehkan melakukan perjalanan adalah yang memiliki kriteria sebagai berikut.

Pertama, pegawai yang bekerja di bidang pelayanan pertahanan, keamanan, ketertiban umum, kesehatan, kebutuhan dasar, fungsi ekonomi, dan percepatan penanganan Covid-19. Kedua, penumpang yang membutuhkan penanganan medis. 

Ketiga, penumpang dengan kepentingan mendesak, misalnya ada keluarga yang meninggal. Keempat, pemulangan WNI serta pelajar dari luar negeri yang akan pulang ke daerah asalnya. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Budi Karya mengakui, kebijakan ini tidak mudah dijalankan di lapangan. Karena itu, ia meminta komitmen pemerintah daerah untuk ikut mengawasi agar pergerakan mudik tetap bisa ditekan. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
Francisca Christy Rosana

Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus