Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Ridwan Kamil Jemput ABK Diamond Princess di Bandara Kertajati

ABK Diamond Princess hari ini mendarat dari Jepang ke Bandara Kertajati.

1 Maret 2020 | 12.15 WIB

WNI kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona tiba di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 WNI kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA
Perbesar
WNI kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona tiba di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Senin, 2 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 WNI kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan menyambut langsung 68 WNI ABK Diamond Princess. Ridwan Kamil akan menyambut para WNI itu di Bandara Kertajati, Majalengka.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pesawat dari Jepang yang membawa para WNI itu akan transit di Kertajati. Selanjutnya, para WNI kru Diamond Princess tersebut diberangkatkan dengan kapal dari Indramayu menuju Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Minggu malam, 1 Maret 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Seperti diketahui, di kapal pesiar Diamond Princess sejumlah penumpang dikabarkan terinfeksi virus Corona. “Pak Gubernur Jawa Barat akan ke Kertajati selepas menghadiri acara di Cianjur. Dapat telepon dari Pangdam barusan,” demikiran informasi dari pihak protokoler Pemprov Jabar melalui layanan pesan singkat.

Direktur Utama PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB) Salahudin Rafi mengatakan proses penerbangan dari Yokohama ke Kertajati seluruhnya dibawah pengendalian dan koordinasi Kementerian Kesehatan.

“Iya, Kegiatan langsung dibawah Kementerian Kesehatan, Bandara KJT (Kertajati) menyiapkan fasilitas terkait penerbangan,” ujar Salahudin.

Salahudin mengaku pihaknya belum mendapat kepastian pukul berapa pesawat dari Jepang akan mendarat di Bandara Kertajati. Pihaknya baru dikabari jika pesawat kemungkinan mendarat malam nanti. “Belum terupdate infonya, rencana malam ini,” kata Salahudin.

Sebelumnya diberitakan bahwa 68 WNI ABK Diamond Princess akan menjalani masa observasi selama 28 hari di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu. Masa observasi ini berbeda dengan dengan WNI dari Wuhan, yang menjalani observasi selama 14 hari di Natuna.

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus