Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Soal Larangan Thrifting, Sandiaga Singgung Desainer Bandung yang Karyanya Dipakai Billie Eilish

Indonesia harus memastikan kebijakan larangan impor baju bekas atau thrifting untuk diarahkan dan memberdayakan para pelaku usaha bidang UMKM.

21 Maret 2023 | 13.07 WIB

Billie Eilsih pakai baju buatan Callista Aldenia, Remaja 17 Tahun Asal Bandung. Foto: Instagram/@soniadewi
Perbesar
Billie Eilsih pakai baju buatan Callista Aldenia, Remaja 17 Tahun Asal Bandung. Foto: Instagram/@soniadewi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno menanggapi kebijakan larangan bisnis pakaian bekas impor atau thrifting. Dia menyinggung Callista Aldenia, 17 tahun, desainer custom outfit dari jemana fashion lokal Dressedlikeparents, yang bahkan karyanya sampai dipakai bintang pop Billie Eilish.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

“Tiga minggu lalu ada Callista, yang pakaian-pakaian bekas itu didesain ulang dan telah dibeli oleh Billie Eilish. Dia pakai bukan impor tapi pakaian bekas yang ada di Indonesia dan banyak,” ujar Sandiaga di antor Kemenparekraf pada Senin, 20 Maret 2023.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurut dia, Indonesia harus memastikan kebijakan larangan impor itu untuk diarahkan dan memberdayakan para pelaku usaha bidang UMKM. “Seandainya ada bisnis yang berkaitan mendaur ulang atau desain ulang pakaian bekas itu bisa menggunakan bahan pakaian bekas yang sudah ada di Indonesia,” kata dia.

Pada Februari lalu, Billie Eilish, jadi pembicaran publik Indonesia karena memakai sweater dari salah satu jenama fashion asal Bandung. Sweater karya Callista Aldenia itu digunakan Eilish saat dia jamming di Amerika Serikat.

Ibu Callista, Sonia D. Wiriadinata, dalam unggahan di Instagram dan TikTok, mengatakan terdapat empat set custom outfit yang dipesan Billie melalui pengarah gayanya (fashion stylist) pada tahun lalu. Salah satu outfit berupa longsleeve yang diberi nama "the clash blue stripe", akhirnya dikenakan Eilish untuk jamming di konser Olivia Rodrigo pada 2022 lalu.

Menurut Sonia jenamanya membutuhkan waktu sekitar dua bulan untuk mengerjakan proyek custom outfit tersebut. Bahkan anaknya rela untuk lembur dan tidak mengikuti ujian demi mengejar tenggat waktu pengerjaan outfit.

"Bikin project ini lamanya sekitar dua bulan, sampai ada drama nangis-nangis, bermalam-malam lembur, sampai enggak ikut ujian karena ngejar deadline. Alhamdulillah your hardwork finally paid off, you deserve it," tulis Sonia di Instagram-nya.

Selanjutnya: Fashion Indonesia sudah mulai jadi sorotan dunia

Sementara Sekretaris Badan Pengurus Pusat (BPP) Asosiasi Eksportir dan Pengusaha Handicraft Indonesia (ASEPHI) Baby Jurmawati mengatakan bahwa hal itu menunjukkan bahwa fashion Indonesia sudah mulai menjadi pusat sorotan dunia.

"Saya melihatnya sangat baik, Indonesia itu sudah jadi center apalagi kalau soal fashion. Kami, ASEPHI, berani bilang bahwa teman-teman kami di luar negeri memang ingin datang, ingin lihat seperti apa geliatnya sekarang di Indonesia," ujar Baby seperti dikutip Antara.

Hal itu menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekspor produk fashion. Indonesia memiliki bahan baku yang banyak, kesiapan produksi yang memadai, serta ide-ide yang sangat kreatif untuk memproduksi produk fashion. Hanya saja, kata dia, ada beberapa kendala yang masih harus dihadapi, salah satunya dalam hal promosi.

"Ketika kita mau promosi, kadang enggak punya budget. Akhirnya orang lain yang promosikan, tapi nama Indonesianya enggak dapat," katanya.

Selain itu, Baby mengatakan masih banyak para pelaku usaha yang belum benar-benar memahami pentingnya pendaftaran Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI) guna mendapatkan perlindungan hukum terkait karya mereka. "Penting sekali kesadaran HAKI ini, tapi kadang teman-teman lupa enggak melindungi merek dan hak milik," ujarnya.

Baby pun berharap para pelaku usaha dapat lebih menyadari pentingnya hak kekayaan intelektual, serta terus mengembangkan ide-ide kreatif yang membawa unsur Indonesia.

"Motif-motif asli Indonesia itu banyak sekali dan bisa dikembangkan menjadi apa saja kalau buat fesyen," kata dia. "Lalu enggak usah khawatir ketika melihat oh ini batik printing, tapi saya buatan tangan, lalu yang itu pakai mesin, semua punya pasarnya masing-masing. Jadi kalau mau berkembang, kita mau terus berusaha, insya Allah pasti berhasil.”

MOH KHORY ALFARIZI | EKA YUDHA SAPUTRA | ANTARA

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.

M. Khory Alfarizi

M. Khory Alfarizi

Alumnus Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Bergabung di Tempo pada 2018 setelah mengikuti Kursus Jurnalis Intensif di Tempo Institute. Meliput berbagai isu, mulai dari teknologi, sains, olahraga, politik hingga ekonomi. Kini fokus pada isu hukum dan kriminalitas.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus