Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Sri Mulyani Menyitir Pernyataan Mantan Sekjen PBB Kofi Annan: Korupsi Musuh Utama Negara untuk Maju

Sri Mulyani mengatakan salah satu ciri-ciri negara maju adalah mampu menekan dan mengubah korupsi, sehingga bukan jadi faktor erosi kemajuan negara.

14 September 2023 | 19.19 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Gujarat, India, Ahad, 16 Juli 2023 (Sumber: Instagram @smindrawati)
Perbesar
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara dalam pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20 di Gujarat, India, Ahad, 16 Juli 2023 (Sumber: Instagram @smindrawati)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati hadir dalam Seminar Nasional Presisi Pencegahan Korupsi pada Kamis, 13 September 2023. Momen tersebut diunggah melalui akun Instagram pribadinya @smindrawati berupa video dengan menyinggung korupsi yang menjadi musuh negara maju.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Di awal postingannya, Sri Mulyani menjelaskan, dari 197 negara di dunia, tidak semuanya mampu melaju menjadi negara maju. Mayoritas negara merupakan low atau middle income country. Hanya ada sekitar 20 negara yang terlepas dari middle-income trap dan menjadi high income country.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

“Salah satu ciri-ciri negara maju adalah mampu menekan dan mengubah korupsi sehingga bukan menjadi faktor erosi kemajuan negara tersebut. Seperti yang diucapkan oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB Kofi Annan, korupsi adalah musuh paling utama bagi negara untuk maju,” ujar Sri Mulyani dikutip, Kamis.

Penyataan tersebut, kata bendahara negara, disampaikan ketika memberikan keynote speech di acara seminar yang diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia itu. Sri Mulyani mengaku menyambut gembira inisiatif seminar tersebut.

"Ini merupakan salah satu tone from the top yang begitu baik. Pesan pimpinan kepolisian yang sungguh memberikan semangat," tutur Sri Mulyani.

Jika melihat penerimaan negara, Sri Mulyani berujar, ekspor-impor bagi Indonesia penting sekali. Dari sisi perpajakan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) impor itu kontribusinya sekitar 13 persen dari total penerimaan pajak.

“Pajak Penghasilan (PPh) 22 Impor juga menambah 3,8 persen. Dampak tidak langsungnya juga luar biasa besar, mulai PPh Badan, PPN, hingga penciptaan lapangan pekerjaan,” ucap Sri Mulyani.

Mantan Executive Director Dana Moneter Internasional (IMF) itu mengaku senang karena Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya yang ikut melihat dan membantu Kemenkeu. Serta memperkuat dalam melaksanakan tugas ekonomi yang tidak mudah, mengumpulkan penerimaan negara yang tujuannya untuk kembali ke perekonomian rakyat.

Sri Mulyani mengajak agar terus meningkatkan kerja sama dan kekompakan kedua lembaga itu. “Karena pada akhirnya Indonesia adalah tanah tumpah darah kita. Tempat kita berjuang memajukan bangsa, negara, dan rakyat untuk mencapai Indonesia yang adil dan makmur,” tutur dia.

Dalam video unggahannya itu, Sri Mulyani juga mengatakan kalau keuangan negara yang sehat akan kelihatan pula Kapolri dan jajaran kepolisian juga sehat. “Kelihatan,” kata dia disambut tepuk tangan peserta seminar.

Sri Mulyani menuturkan, semua orang sudah diberikan pemahaman mengenai jalan yang tidak baik dan memiliki kekuatan untuk menghindari jalan-jalan yang tidak baik pula. Karena jalan yang tidak baik itu, menurut dia, biasanya sangat menggoda, mudah, dan banyak sekali. 

“Buktinya banyak negara gagal menjadi high income country. Itu pasti jalan tidak baiknya jauh lebih menggoda dan membuat kita berhenti di dalam memperjuangkan Indonesia mencapai negara adil makmur dan maju,” ujar Sri Mulyani.

M. Khory Alfarizi

Alumnus Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon, Jawa Barat. Bergabung di Tempo pada 2018 setelah mengikuti Kursus Jurnalis Intensif di Tempo Institute. Meliput berbagai isu, mulai dari teknologi, sains, olahraga, politik hingga ekonomi. Kini fokus pada isu hukum dan kriminalitas.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus