Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Ringkasan Berita
Pertumbuhan ekonomi kuartal III melambat dari 5,05 persen menjadi 4,95 persen.
Lesunya sektor manufaktur membuat makin banyak orang miskin karena PHK.
Seretnya likuiditas mengancam laju pertumbuhan ekonomi di akhir tahun.
EKONOMI Indonesia sedang melambat. Tingkat pertumbuhan ekonomi per akhir kuartal III 2024 hanya 4,95 persen setahun, lebih rendah ketimbang angka kuartal sebelumnya yang mencapai 5,05 persen. Rupanya, penerimaan ekspor—salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi—terus mengecil. Memang, neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus US$ 24,43 miliar selama Januari-Oktober. Tapi surplus itu merosot 21,7 persen ketimbang pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 31,89 miliar.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Di edisi cetak, artikel ini terbit di bawah judul "Lesu Darah tanpa Stimulus"