Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Usai Negosiasi Alot 5 Bulan, Apple Tetap Enggan Bangun Pabrik di Indonesia

Setelah negosiasi yang alot selama 5 bulan ke belakang, Apple teguh untuk memilih skema investasi ketiga dengan tidak membangun pabrik HP di Indonesia.

26 Februari 2025 | 20.16 WIB

iPhone 16 yang ditampilkan di Apple Store di Grand Central Terminal,  New York City, Amerika Serikat, 16 Oktober 2024. REUTERS/Kent J. Edwards/File Photo
Perbesar
iPhone 16 yang ditampilkan di Apple Store di Grand Central Terminal, New York City, Amerika Serikat, 16 Oktober 2024. REUTERS/Kent J. Edwards/File Photo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Perindustrian atau Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan akhirnya pemerintah menerima investasi Apple sebesar US$ 160 juta atau setara Rp 2,62 triliun. Setelah negosiasi yang alot selama 5 bulan ke belakang, Apple teguh memilih skema investasi ketiga dengan tidak membangun pabrik ponsel di Indonesia. "Apple tetap memilih opsi skema 3 dalam memenuhi kewajiban untuk mendapatkan sertifikat tingkat komponen dalam negeri (TKDN)," ujar Agus saat konferensi pers di Kementerian Perindustrian pada Rabu, 26 Februari 2025. Agus menjelaskan skema 3 itu merupakan investasi inovasi dengan periode siklus 2025 hingga 2028.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Adapun investasi itu disahkan melalui penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Kemenperin dan Apple. Agus juga mengakui proses negosiasi tidak mudah karena Kemenperin sebelumnya mendesak Apple untuk membangun pabrik HP di Indonesia. Agus menyatakan sikap Kemenperin itu mengedepankan prinsip keadilan demi kepentingan ekonomi Indonesia.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Sejak awal Agus sudah mempediksi bagaimana jalannya negosiasi itu. "Perundingan tidak mudah, relatif alot, karena memang selalu saya sampaikan kedua belah pihak akan menjaga kepentingan dan prinsip masing-masing. Belum lagi kalau kami masukkan ke dalam negosiasi faktor geopolitik dan geoekonomi," ujar Agus membeberkan alasan alotnya negosiasi dengan Apple.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian atau Kemenperin menyiapkan dua skema investasi yang akan ditawarkan untuk Apple Inc. Skema pertama berkaitan dengan perhitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh Apple. "Yaitu membangun fasilitas produksi pabrik di Indonesia dengan negosiasi melalui Menteri Investasi dan Hilirisasi atau Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal," ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif. Lewat skema itu, Febri juga menyebut Apple harus menyetujui rencana kenaikan nilai TKDN dari 35 menjadi 40 persen.

Febri meyakini kenaikan TKDN bisa mengurangi masuknya produk-produk handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT) impor ke Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia mendorong Apple untuk menggunakan skema investasi membangun pabrik. Dengan catatan, Febri mewanti-wanti agar Apple tidak memandang skema tersebut sama artinya dengan melegalkan global value chain (GVC).

Lalu skema kedua untuk Apple adalah lewat investasi inovasi. "Harus menyerahkan proposal setiap tiga tahun dengan negosiasi melalui Menteri Perindustrian," ujar Febri merincikan syarat dalam skema terakhir. Kemenperin mengeklaim telah menyiapkan perhitungan nilai investasi yang harus diserahkan Apple agar izin edar produknya bisa terbit di Indonesia. 

Kini, walau Apple memilih skema investasi inovasi, Agus memastikan kesepakatan investasi tetap menguntungkan bagi Indonesia. Sebab, dalam investasi US$ 160 juta itu Apple berkomitmen untuk membangun pusat riset dan pengembangan software di Indonesia. Di antaranya, Agus menyebut perusaahaan raksasa teknologi itu akan mendirikanA pple Software Innovation and Technology Institute, Apple Professional Developer Academy dan melanjutkan program Apple Academy. 

Selain itu, Apple telah setuju menambah investasi dalam rangka menebus sanksi akibat belum menjalankan komitmen inovasi pada periode sebelumnya dengan membawa perusahaan Global Value Chain (GCV) untuk menanamkan modal di Indonesia. Agus merinci Apple mengutus  ICT Luxshare yang akan memproduksi Air Tag di Batam, Kepulauan Riau dengan investasi sebesar US$ 150 juta dan perusahaan Long Harmony di Bandung, Jawa Barat yang menghasilkan komponen Mesh AirPods Max. 

Di samping investasi dalam bentuk hard cash US$ 160 juta, Kemenperin memperkirakan efek ganda program pengembangan inovasi Apple. "Kami juga sudah menghitung dampaknya dari kegiatan-kegiatan yang sudah disepakati dalam program tersebut. Jadi nanti akan ada dampak lagi minimum US$ 72,3 juta," kata Agus.

Keuntungan itu terdiri atas transfer teknologi dari kegiatan Apple Academy sebesar US$ 47,3 juta sepanjang 2023-2029 yang merupakan intangible value berdasarkan tangible cost. Kemudian perkiraan investasi yang diperoleh dari bisnis yang dimulai oleh lulusan Apple Academy, yang mencapai US$ 25 juta untuk 50 perusahaan. 

Dengan timbal balik itu semua, Agus meyakinkan bahwa skema investasi inovasi yang disepakati dalam negosiasi memang opsi terbaik dalam negosiasi pemerintah dengan Apple. "Skema 3 memungkinkan (mengakomodasi investasi) perusahaan seperti Apple yang tidak mau bangun pabrik handphone, komputer genggam, dan tablet (HKT)," ujarnya.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus