Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Parkinson adalah kondisi neurologis kedua yang paling umum. Gejala utamanya adalah masalah gerakan seperti gemetar, gangguan kognitif, depresi, dan sulit tidur. Tetapi penyakit ini telah menetap di otak jauh sebelum gejala muncul dan diagnosis dibuat.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Parkinson disebabkan oleh hilangnya sel-sel saraf di bagian tertentu dari otak. Sel-sel saraf ini digunakan untuk membantu mengirim pesan antara otak dan sistem saraf. Gejala tak sama pada setiap orang. Tanda-tanda awal mungkin ringan dan tidak diperhatikan. Penderita salah satu dari tiga gejala otot ini bisa menjadi indikator risiko terhadap kondisi tersebut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Gejala Parkinson cenderung berkembang secara bertahap dan hanya tampak ringan pada awalnya. Tanda-tanda umum penyakit Parkinson termasuk tremor, gerakan lambat, dan kekakuan otot. Kekakuan otot membuat ekspresi wajah lebih sulit. Tremor biasanya mulai di tangan atau lengan dan lebih mungkin terjadi saat lengan rileks.
Berkurangnya kadar dopamin diperkirakan mengganggu keseimbangan pada otot-otot yang memanjang dan rileks untuk setiap gerakan, yang mengakibatkan kekakuan. Salah satu tanda awal Parkinson yang paling umum adalah berkurangnya ayunan lengan di satu sisi saat berjalan. Penyebabnya otot yang kaku.
Kekakuan juga dapat mempengaruhi otot-otot kaki, wajah, leher, atau bagian tubuh lain. Ini dapat menyebabkan otot terasa lelah dan pegal. Kekakuan, meski jarang menjadi gejala utama di awal Parkinson, dialami sebagai kekakuan pada lengan atau kaki di luar apa yang diakibatkan oleh penuaan atau radang sendi normal, kata Parkinson's Foundation.
“Kekakuan dapat terjadi pada satu atau kedua sisi tubuh dan berkontribusi pada penurunan rentang gerak. Ini dapat menyebabkan masalah dengan rasa sakit atau nyeri pada otot atau persendian yang terkena," jelas badan tersebut.