Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Berapa Kali Pria dan Wanita Boleh Menegak Alkohol dalam Sepekan?

Kebiasaan minum alkohol kini benar-benar dikecam. Berapa banyak sebenarnya pria dan wanita boleh mengkonsumsi alkohol dalam sepekan?

5 Oktober 2018 | 15.35 WIB

Thumbnail Videografis Alkohol Memicu Kanker
Perbesar
Thumbnail Videografis Alkohol Memicu Kanker

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kebiasaan minum alkohol kini benar-benar dikecam, karena dua studi terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan minum dalam jumlah sedang pun dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Baca: Dugaan Penganiayaan Anak di Bekasi, Ibu ke RS Masih Bau Alkohol

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Penelitian terbaru yang dipublikasikan Rabu di jurnal Alcoholism: Clinical & Experimental Research, menemukan bahwa minum “ringan” sebanyak empat kali atau lebih per minggu dapat meningkatkan risiko kematian dini, meskipun kadar minum itu sesuai dengan pedoman federal, seperti dilansir Time, yang dikutip Jumat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Istilah “ringan” ini merujuk pada definisi para peneliti, yakni minum alkohol atau dua kali. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) dan agensi federal lainnya merekomendasikan minum moderat— minuman tidak lebih dari satu kali per hari untuk perempuan atau dua untuk lelaki—bagi yang meminumnya. Para peminum yang menenggak alkohol empat kali atau lebih memiliki risiko meninggal sekitar 20 persen lebih tinggi selama periode penelitian dibandingkan dengan mereka yang minum alkohol tiga kali atau kurang per minggu.

“Pengurangan sepertinya tidak memperbolehkan kita minum lebih dari tiga kali seminggu. Frekuensi minum itu memang penting, sama halnya dengan minum obat. Jika Anda minum obat seminggu sekali, itu mempengaruhi Anda secara berbeda dibandingkan jika Anda minum obat setiap hari,” kata rekan penulis Sarah Hartz, lektor psikiatri di Washington University School of Medicine di St. Louis.

Senada dengan tinjauan alkohol yang dipublikasikan di The Lancet pada Agustus, karya tulis ilmiah Hartz menyebutkan tidak ada tingkat minum yang benar-benar aman sebab terdapat risiko masalah kesehatan, mulai dari tabrakan kendaraan hingga kanker.

Untuk penelitian ini, Hartz dan rekan-rekannya mengambil data dari National Health Interview Survey (NHIS), serta catatan medis dari pasien Veterans Health Administration (VHA).

Dalam kelompok NHIS, minum satu atau dua gelas sekitar tiga kali per minggu dikaitkan dengan risiko kematian terendah secara keseluruhan - bahkan dibandingkan dengan mereka yang minum kurang dari itu. Namun di luar itu, setiap pertambahan gelas dihubungkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi, temuan para peneliti. Tren serupa diamati pada kelompok VHA.

Baca: Tepatkah Alkohol Sebagai Pembersih Luka? Ini Kata Dokter

Risiko individu yang terkait dengan minum alkohol ini bervariasi. Sebagai contoh, penelitian menunjukkan beberapa manfaat kesehatan jantung yang terkait dengan minum ringan, tetapi risiko kanker yang lebih tinggi terkait dengan hampir semua jumlah konsumsi alkohol - keduanya konsisten dengan penelitian sebelumnya tentang minum. Berdasarkan analisis biaya-manfaat, seorang dokter kemungkinan akan memiliki rekomendasi yang berbeda untuk pasien dengan riwayat keluarga penyakit jantung versus kanker.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus