Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Sering melihat orang lanjut usia atau lansia berperut buncit? Hal itu kondisi yang wajar. Sebabnya adalah lansia cenderung lebih banyak menyimpan lemak, dibandingkan anak muda. Tapi sebenarnya, lemak bukanlah satu-satunya penyebab perut buncit pada lansia.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Tapi ternyata lemak bukan satu-satunya alasan lansia mengalami perut buncit. Berikut ini 7 penyebab perut buncit pada lansia yang perlu Anda ketahui.
1. Asites
Asites atau penumpukan cairan di perut bisa terjadi sebagai akibat dari adanya gangguan pada hati, seperti sirosis. Sirosis bisa terjadi, apabila hati Anda mengalami kerusakan atau perlukaan yang parah.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Saat asites pertama kali muncul, Anda mungkin tidak akan merasakan gejala apapun. Namun, seiring berjalannya waktu, cairan akan semakin menumpuk dan menyebabkan perut lama-kelamaan terlihat membesar, dan membuat Anda tidak nyaman dan sesak.
2. Hormon dan penuaan
Jika wanita lebih cenderung menumpuk lemak di area paha dan pinggul, maka lain halnya dengan pria. Penumpukan lemak berlebih pada pria, cenderung terlihat di area perut.
Pria yang berusia di atas 40 tahun akan mengalami penurunan produksi hormon testosteron. Sehingga, kelebihan kalori yang dimiliki, akan disimpan sebagai lemak visceral.
Lemak visceral, yang juga dikenal sebagai lemak aktif, adalah lemak yang tersimpan di rongga perut dan dapat memengaruhi fungsi hormon di tubuh. Lemak visceral tidak hanya menyebabkan perut buncit, tapi juga bisa meningkatkan risiko komplikasi diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.
3. Gaya hidup yang kurang aktif
Gaya hidup yang kurang aktif disebut juga sebagai gaya hidup sedentary. Jika kurang berolahraga atau kurang bergerak, maka lemak akan tertumpuk di perut, dan membuat perut menjadi buncit.
Melakukan gaya hidup lebih aktif, bukan berarti Anda harus menjadi atlet atau berolahraga setiap saat. Anda cukup menyisihkan waktu 150 menit per minggu atau sekitar 20 menit per hari untuk lebih banyak bergerak.
Mulailah dari gerakan-gerakan sederhana, seperti lebih banyak berjalan atau naik tangga.
4. Intoleransi laktosa
Intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, zat gula yang terdapat pada susu sapi. Beberapa gejala yang bisa muncul akibat kondisi ini, di antaranya adalah rasa kembung dan penumpukan gas di perut.
Gejala-gejala tersebut, kemudian dapat membuat perut terlihat lebih buncit. Jika melihat pembesaran di perut, 2 jam setelah mengonsumsi susu maupun produk olahannya, maka kemungkinan Anda memiliki intoleransi laktosa.
5. Irritable bowel syndrome
Irritable bowel syndrome (IBS) adalah penyakit kronispada saluran pencernaan, yang menyebabkan kram dan nyeri di perut. IBS juga dapat menyebabkan perut terasa kembung dan penuh dengan gas. Hal ini yang membuat IBS juga menjadi salah satu penyebab perut buncit pada lansia.
6. Pola makan kurang sehat
Mengonsumsi jenis makanan maupun minuman yang kurang sehat memang bisa memicu penumpukan lemak di tubuh. Namun, jenis-jenis makanan maupun minuman tertentu, lebih mungkin menyebabkan terjadinya penumpukan lemak di perut.
Jenis asupan tersebut di antaranya soda, minuman berenergi dalam kemasan, dan minuman kemasan rasa buah. Selain itu, makanan seperti roti tawar dan pasta, juga disebut bisa memicu penumpukan lemak di perut.
7. Kebiasaan buruk
Memiliki kebiasaan buruk seperti merokok, tidak hanya merugikan untuk kesehatan paru-paru Anda. Kebiasaan ini juga bisa menyebabkan penumpukan lemak di perut.
Selain merokok, begadang atau justru terlalu sering tidur, juga dapat menyebabkan perut menjadi buncit. Stres, meski terlihat tidak berhubungan, ternyata juga dapat memicu penumpukan lemak di perut.
Sebab saat stress, tubuh akan lebih banyak mengeluarkan hormon kortisol, yang dikenal berkaitan dengan penumpukan lemak di perut.
SEHATQ.COM