Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Jakarta Sering Hujan, Ini Makanan Terlezat Hangatkan Badan

Akhir-akhir ini, di Jakarta sedang sering turun hujan. Intip makanan lezat yang emak dimakan saat hujan.

8 Januari 2019 | 09.05 WIB

Sup ayam. Boldsky.com
Perbesar
Sup ayam. Boldsky.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Akhir-akhir ini, di Jakarta sedang sering turun hujan. Ketika hujan, orang cenderung mencari menu makanan yang bisa menghangatkan tubuh. Nah, ini adalah tempat makan yang bisa jadi pilihan. Restoran itu bernama Eight Treasures, terletak di Plaza Indonesia, Jakarta.

Baca: Awas, 3 Makanan yang Dikonsumsi Waktu Diet Bikin Kulit Bermasalah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Suasana bernuansa Tionghoa begitu kentara saat memasuki restoran ini, terlihat jelas dari dekorasi ruangan. Konsepnya seperti restoran shabu-shabu asal Jepang. Pelayan hanya tinggal memantik api, lalu panci berukuran kecil ditempatkan untuk menampung makanan di atas tungku yang menyala.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Restoran ini memiliki dua jenis pilihan sup, yakni ayam dan babi. Namun, bagi Anda yang tidak memakan babi, tenang saja. Pelayan akan memberitahukan terlebih dulu menu-menu apa saja yang bisa Anda nikmati. Saya dan dua kawan, misalnya, karena tidak memakan babi, kami memesan herbal chicken soup dan chicken with African coconut soup.

Sebagai pendamping sup, kami memesan daging US prime shortribs, prawn paste, dan aneka sayuran yang antara lain terdiri atas jamur shitake dan enoki. Semuanya tinggal Anda masukkan ke dalam kuah sup yang panas agar matang. Lalu bisa Anda santap bersamaan dengan kuah sup yang panas itu.

Rempah-rempah sangat terasa pada sup herbal ayam yang kami pesan, ditambah dengan potongan sayap ayam dan rizoma, atau sering disebut akar tinggal. Sensasi hangat dan segar begitu terasa kala saya menyesap kuah dari sup itu.

Namun, jika Anda tidak begitu menyukai rasa orisinal, Anda bisa menambahkan potongan cabai merah untuk menambah sensasi pedas. Saya melakukannya dan kesegaran pun bertambah.

Soal daging, Eight Treasures memiliki ide berbeda dalam menyajikan daging mentah. Mereka menyajikannya kepada pelanggan dengan digantung seperti jemuran pakaian pada sebuah gantungan mini dari kayu, sehingga sangat menarik untuk diabadikan dan diunggah ke media sosial. Soal rasa, jangan ragu. Begitu dimasukkan ke kuah sup, daging itu terasa sangat lembut dan mudah ditelan.

Menu lain adalah prawn paste. Menu ini menyajikan kesenangan tersendiri bagi kami saat mencicipinya. Sebab, bentuknya masih berupa adonan setengah matang, sehingga kami bisa membentuknya seperti bakso udang atau bentuk asal jadi. Cara memakannya dengan memasukkan adonan yang sudah dibentuk tadi ke kuah sup panas supaya matang.

Saya sendiri memilih bentuk asal jadi karena tidak mau repot. Sebenarnya para pelayan siap membantu membentuknya, hanya kami menolak tawaran itu. "Rasanya seperti bakso udang, ya," ujar seorang teman bernama Nita Dian.

Baca: Makanan Khas Tahun Baru di Berbagai Negara, Ikan sampai Pangsit

Sebagai penutup, kami memesan minum satu porsi besar air tebu untuk bertiga. Minuman ini tidak terlalu manis, tapi mampu menghilangkan sensasi makanan yang baru saja kami santap. Ibaratnya, membilas habis semua rasa makanan itu, tentu saja dengan cara menyenangkan.

Satu hal yang menarik, para pelayan sangat ramah dan sigap membantu. Mereka bahkan tak segan menawarkan berbagai bantuan kepada pelanggan, meski tidak diminta.


 

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus