Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kesehatan

Penderita Hipertensi, Yuk Batasi Konsumsi Lemak Daging Kurban

Penyakit kardiovaskular dan hipertensi harus mengontrol asupan makanan berbahan daging selama Idul Adha.

12 Agustus 2019 | 06.40 WIB

Panitia kurban memasukkan daging sapi ke dalam bongsang atau keranjang bambu di Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad, 11 Agustus 2019. ANTARA
Perbesar
Panitia kurban memasukkan daging sapi ke dalam bongsang atau keranjang bambu di Perumahan Baranangsiang Indah, Kota Bogor, Jawa Barat, Ahad, 11 Agustus 2019. ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Semua orang khususnya yang menderita penyakit kronis seperti diabetes, penyakit kardiovaskular dan hipertensi harus mengontrol asupan makanan berbahan daging selama Idul Adha.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ahli endokrin di Turki, Dr Mustafa Altay seperti dilansir Anadolu Agency, menyarankan orang dengan penyakit kronis mengonsumsi sedikit daging tanpa lemak atau rendah lemak pada hari raya yang jatuh setiap tanggal 10 Zulhijah dalam kalender Islam itu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Hal senada diungkapkan Ahli endokrin Dr Safiye Arik. Menurut dia, daging berlemak mengandung kolesterol jahat dan lemak jenuh yang tinggi. "Orang dengan penyakit kronis, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi, harus mengonsumsi daging secara terbatas karena daging berlemak mengandung kadar lemak jenuh dan kolesterol tinggi," kata dia.

Kemudian, bagi mereka yang menderita diabetes sebaiknya hindari konsumsi makanan penutup yang manis seperti jus buah. "Pasien diabetes khususnya harus menghindari makanan penutup seperti jus buah manis, dan jika mungkin, pilih yang sedikit gula, susu dan berasal dari bahan alami," kata Arik.

Sementara itu, ahli bedah jantung Dr Gokce Sirin, mengatakan kebiasaan makan yang buruk dapat menyebabkan segudang masalah kesehatan termasuk obesitas, diabetes, tekanan darah, pitam dan penyakit kardiovaskular. "Makan yang tidak teratur dapat mengancam jiwa orang dengan masalah berat badan dan jantung, tekanan darah, penyakit kardiovaskular dan gastroenterologi," kata Sirin.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus