Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Setelah Mencoba Donat Indomie Viral, Ini Kata Warganet

Euforia donat indomie tak hanya ditandai ramai kedai penjualnya. Komentar pun mulai bermunculan, dari rasa hingga harganya yang tidak bersahabat.

27 Mei 2018 | 12.25 WIB

Image of Tempo
Perbesar
Donat Indomie yang sedang viral di kafe Xcoffee, Hotel Neo Tendean, Tendean, Jakarta Selatan. (Foto: Dokumentasi Xcoffee)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Demam donat Indomie mulai menjangkit Kota Jakarta setelah sebelumnya ramai di Sydney, Australia. Dua kedai penjaja donat Indomie di Jakarta, yakni XCoffee dan TOT Aw, mengaku kebanjiran pesanan.

Pemilik XCoffee, Carina Lukito, mengatakan seratus donat Indomie langsung ludes dalam 30 menit setelah dirilis pada 24 Mei lalu. Pada esok harinya, ia bahkan membatasi pembelian, yakni satu konsumen maksimal dua pesanan.

Baca juga: Kampung Rendang Payakumbuh Memiliki Puluhan Jenis Rendang

Euforia munculnya donat Indomie bukan hanya ditandai dengan ramainya suasana kedai penjajanya. Namun juga disemarakkan dengan warganet yang mulai mengunggah foto-foto donat Indomie tersebut paska membeli.

Sejumlah orang juga berbagi pengalamannya merasakan donat Indomie. Empat di antaranya membagikan kesan tersebut kepada TEMPO.CO. Berikut ini pengalaman para penikmat donat Indomie.

1. Seperti makan risoles
Maria Endah, lewat pesan pendeknya kepada Tempo pada Sabtu malam, 25 Mei, mengatakan rasa donat Indomie mirip dengan risoles. "Rasa pertama saat digigit seperti sedang makan risoles. Ada tekstur crispy," ujarnya. Setelah dikunyah, rasa bumbu mi instan pun langsung mendominasi.

"Jadi sebenernya sama aja kita lagi makan Indomie goreng. Cuma beda tampilan, jadi lebih kekinian," katanya.

2. Lebih enak kalau panas
Delvi Rizki Danilah, yang baru pertama kali mencoba donat Indomie, merasa ketagihan setelah menjajalnya. "Enak banget," katanya. Sayangnya, ia menyantap donat saat penganan itu sudah dingin. Teksturnya pun berubah menjadi lebih keras. Ia membayangkan rasa donat akan lebih enak saat disantap hangat-hangat.

Adapun soal rasa, ujarnya, tak jauh berbeda dengan mi goreng. "Rasanya sama seperti saat kita makan Indomie, tapi ada rasa crispy dari tepung rotinya," katanya. Ia merekomendasikan penambahan saus sambal untuk citarasa yang lebih nikmat.

3. Harga kurang bersahabat
Meski memiliki kesan pertama yang baik, Delvi Rizki Danilah menilai harga yang dibanderol untuk donat mi tersebut terlampau mahal. Harga per donat dibanderol Rp 16 ribu di XCoffe. Sedangkan di TOT Aw, donat dibanderol Rp 100 ribu per enam buah.

4. Seperti nugget crispy
Lain Maria, lain lagi dengan Melinda Veronica. Bila Maria menyebut donat mi ini seperti risoles, Melinda menganggapnya seperti nugget crispy.
"Kulitnya seperti chicken nugget crispy, ujarnya melalui pesan pendek.

Adapun bagian dalamnya lembut. Mi sebagai komplemen utamanya dinilai tidak keras.
Hanya, rasa bumbu mi instannya tak terlalu kuat. "Tidak mendominasi (bumbunya) seperti saat kita makan Indomie goreng. Tapi overall enak. Worth to try," ujarnya.

Baca: Kuliner Mi yang Pernah Hits Sebelum Donat Indomie

5. Solusi bila tak kebagian di kedai: membuat sendiri
Banyaknya permintaan di kedai penjaja donat mi dan terbatasnya stok membuat banyak konsumen tak kebagian. Solusinya adalah membuatnya sendiri. Sama halnya dengan yang dilakukan Laksmi Mutiara. "Saya baru saja membuat sendiri," ujarnya lewat pesan pendek.

Cara membuatnya pun sangat sederhana. Ia cuma harus merebus mi, mencetaknya menjadi bulat, lalu membaluri mi dengan tepung. Setelah itu, ia goreng donat tersebut. Soal bumbu, ia menyarankan untuk menambahkan saus.

"Bikin sendiri [donat Indomie ] rasanya enak juga. Harus dicoba," ucapnya.


Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Francisca Christy Rosana

Francisca Christy Rosana

Lulus dari Universitas Gadjah Mada jurusan Sastra Indonesia pada 2014, ia bergabung dengan Tempo pada 2015. Kini meliput isu politik untuk desk Nasional dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco. Ia meliput kunjungan apostolik Paus Fransiskus ke beberapa negara, termasuk Indonesia, pada 2024 

Image of Tempo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus