Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Airnav Indonesia Jakarta Air Traffic Service Control (JATSC) menyiapkan tiga skenario dalam memandu penerbangan ketika cuaca ekstrem selama periode arus mudik Lebaran 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
"Ada sejumlah skenario yang sudah kami siapkan dalam mengantisipasi cuaca buruk (bad water) selama angkutan Lebaran ini," ujar General Manager JATSC MT.Nurhuda kepada Tempo, Jumat 21 Maret 2025.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Nurhuda mengatakan, meski informasi dari BMKG untuk bulan Maret ini intensitas hujan dalam kategori ringan hingga sedang, pihaknya tetap mempersiapkan antisipasi terjadi hujan lebat dengan menyiapkan sejumlah skenario .
Skenario antisipasi cuaca ekstrem
Skenario pertama koordinasi intensif dengan BMKG terkait potensi cuaca ekstrim yang terjadi. Setelah mendapatkan informasi yang terupdate, JATSC akan menginformasikan ke bandara bandara yang melayani penerbangan ke Soekarno-Hatta terkait potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi. "Ini menjadi acuan kami dalam memberikan layanan navigasi pesawat yang akan memasuki bandara Soekarno Hatta," ujarnya.
Skenario kedua, Nurhuda melanjutkan, pihaknya juga akan menyampaikan informasi kemungkinan cuaca buruk ke seluruh cabang Airnav Indonesia agar pesawat yang akan berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta untuk menyesuaiakan jadwal penerbangan. "Jika sudah terlanjur terbang, kami akan tetap memantau," katanya.
JATSC akan mengatur pendaratan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta dengan menyiapkan sistem holding. Karena sistem holding pesawat di udara untuk menunggu pendaratan membutuhkan banyak bahan bakar, pesawat sebelumnya diminta untuk menambah bahan bakar karena di luar londisi normal cuaca.
Skenario ketiga adalah menerapkan manajemen slot. Nurhuda mengatakan, saat cuaca buruk penerbangan yang akan dan ke Bandara Soekarno Hatta akan dikurangi dua jam sebelumnya. Hal ini untuk menghindari penumpukan traffik di atas. "Jika terjadi peningkatan traffik akan merugikan maskapai karena bahan bakar akan banyak terbuang," kata Nurhuda.
Pergerakan Pesawat Naik 2 Persen
JATSC memprediksi jumlah pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta pada periode angkutan Lebaran tahun ini akan mencapai 23.409 pergerakan pesawat atau mengalami peningkatan sebesar 2 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 22.939 pergerakan pesawat.
Adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan penetapan libur sekolah dan libur lebaran yang cukup panjang yaitu dari 21 Maret sampai 11 April 2025, menurut Nurhuda ini memicu pergeseran pola perilaku orang bepergian.
4 Puncak Pergerakan Pesawat di Arus Lebaran
Melihat anamoli tersebut, JATSC membuat skema dan menetapkan 4 tahap puncak angkutan lebaran tahun ini yaitu dua puncak arus mudik dan dua puncak arus balik. Nurhuda memperkirakan puncak pertama pergerakan pesawat arus mudik Lebaran tahun ini akan terjadi besok Sabtu 22 Maret dengan total 1.190 pergerakan pesawat dan puncak kedua terjadi 28 Maret dengan total 1.186 pergerakan pesawat.
Adapun puncak arus balik pertama, kata Nurhuda, diperkirakan terjadi pada 5 April dengan jumlah pergerakan pesawat 1.046 dan puncak arus balik kedua pada 6 April dengan jumlah 1.062 pergerakan pesawat.