Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Pekan Nan Tumpah 2025 Mempertemukan Seniman Lintas Disiplin di Sumatra Barat

Festival ini akan menjadi ajang pertemuan bagi seniman lintas disiplin di Sumatra Barat yang akan mewujud dalam berbagai bentuk karya.

28 Maret 2025 | 05.22 WIB

Taklimat peluncuran Pekan Nan Tumpah 2025 Sumatra Barat pada Minggu 23 Maret 2025. Dok Komunitas Nan Tumpah
Perbesar
Taklimat peluncuran Pekan Nan Tumpah 2025 Sumatra Barat pada Minggu 23 Maret 2025. Dok Komunitas Nan Tumpah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Padang - Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) akan menggelar Pekan Nan Tumpah 2025 pada 6 hingga 12 Juli 2025. Festival ini akan mempertemukan seniman lintas disiplin di Sumatra Barat.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Manajer Program KSNT, Fajry Chaniago, mengatakan bahwa festival ini akan menjadi ajang pertemuan bagi seniman lintas disiplin yang akan mewujud dalam berbagai bentuk karya.“Pekan Nan Tumpah 2025 memiliki beberapa rangkaian kegiatan pra-festival yang telah dimulai sejak bulan ini. Salah satunya adalah penerbitan Panggilan Terbuka Sekolah Tujuan Nan Tumpah Masuk Sekolah (NTMS) 2025,” ujar Fajry,

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Dia melanjutkan, program ini bertujuan menjaring 14 sekolah menengah di Sumatra Barat yang ingin bekerja sama dalam pelaksanaan NTMS 2025. Pendaftaran dibuka melalui situs resmi KSNT hingga 9 April 2025.

Diskusi Kelompok Terpumpun

Selain NTMS, KSNT juga telah menyelenggarakan dua seri awal Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) Pekan Nan Tumpah 2025 pada 20-21 Maret 2025 di Fabriek Padang, Kota Padang. Diskusi pertama bertajuk “Pekan Nan Tumpah 2035: Masih Ada Atau Sudah Jadi Mitos?” menghadirkan Adi Wicaksono dan Nasrul Azwar sebagai narasumber.

Sementara itu, diskusi kedua membahas dramaturgi multidisiplin dalam tema “Dramaturgi Oplosan dan Post Past Post Passport Post Pas Foto Di Pos P8l!$!#^%&^)(+#^%” dengan narasumber Hoirul Hafifi.

Fajry menambahkan bahwa pra-festival Pekan Nan Tumpah 2025 tidak hanya mencakup NTMS dan DKT. Akan ada seminar membaca ekosistem seni di Sumatra Barat, program pelatihan “Nan Tumpah Akhir Pekan” untuk penguatan SDM seniman dan pengelola seni. Tema lainnya adalah “Ke Rumah Nan Tumpah Masuk Sekolah” yang bertujuan memberdayakan kesenian tradisional Minangkabau sebagai dasar penciptaan karya seni kontemporer.

Seni Menghadapi Tantangan Kontemporer

Direktur Festival Pekan Nan Tumpah 2025, Mahatma Muhammad, menjelaskan bahwa penyelenggaraan festival23 ini berorientasi pada perluasan peran seni dalam menghadapi tantangan kontemporer. "Melalui kolaborasi lintas disiplin dan manajemen partisipatif, KSNT ingin memberikan ruang bagi komunitas, seniman, dan pelaku budaya untuk mengeksplorasi batasan disiplin seni, berkolaborasi dengan berbagai pihak, serta berinteraksi secara mendalam dengan masyarakat,” kata Mahatma.

Untuk perhelatan tahun ini, KSNT menggandeng Angelique Maria Cuaca, Nessya Fitryona, dan Jumaidil Firdaus sebagai kurator. Yusuf Fadly Aser dipercaya sebagai direktur artistik, sementara Nasrul Azwar bertindak sebagai supervisor. Pekan Nan Tumpah 2025 diharapkan menjadi momentum bagi ekosistem seni di Sumatra Barat untuk berkembang dan beradaptasi dengan dinamika seni global.

Fachri Hamzah

Kontributor Tempo di Padang, Sumatera Barat

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus