Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Kasus hukum yang menyeret nama Jay-Z dan Sean ‘Diddy’ Combs dalam dugaan pemerkosaan terhadap seorang anak berusia 13 tahun resmi dibatalkan pada Jumat, 14 Februari lalu. Gugatan yang diajukan seorang perempuan anonim alias Jane Doe itu dicabut tanpa penjelasan lebih lanjut. Namun, bagi Jay-Z dan Diddy, pertarungan hukum belum berakhir.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Sasaran mereka kini beralih ke Tony Buzbee, pengacara asal Houston yang mewakili puluhan korban yang menuduh Diddy melakukan kekerasan seksual. Buzbee kini menghadapi tekanan di dua pengadilan sekaligus: Jay-Z dan Diddy menudingnya menjalankan praktik hukum tanpa izin di pengadilan federal New York, sementara Jay-Z menggugatnya atas pencemaran nama baik di pengadilan negara bagian California.
Jay-Z vs Buzbee: Tuduhan Pencemaran Nama Baik
Menurut laporan Deadline, sidang awal di Pengadilan Tinggi Los Angeles pada Selasa, 25 Februari 2025, menunjukkan peluang besar bagi Jay-Z untuk membawa kasusnya ke meja hijau. Hakim Mark H. Epstein dalam putusan tentatifnya menyatakan bahwa klaim pemerasan Jay-Z terhadap Buzbee tidak cukup kuat. Namun, tuduhan pencemaran nama baik diperkirakan akan berlanjut ke persidangan.
Hakim Epstein menyoroti unggahan Buzbee di media sosial yang menyebut kliennya sebagai penyintas pelecehan seksual. "Tindakan yang dituduhkan menimbulkan pertanyaan serius apakah Buzbee bertindak dengan niat jahat, elemen kunci dalam kasus pencemaran nama baik terhadap figur publik,” kata Epstein. Hakim juga mencatat bahwa Buzbee menyukai unggahan yang menyebut Jay-Z sebagai Celebrity A dalam gugatan pelecehan seksual, yang bisa menjadi bukti niat jahat.
Pertarungan Hukum Kian Memanas
Kasus ini bermula dari gugatan pada 20 Oktober 2023 yang menyebut Diddy sebagai pelaku pemerkosaan pada 2000. Gugatan itu mengisyaratkan keterlibatan dua figur anonim: seorang laki-laki (Celebrity A) dan seorang perempuan (Celebrity B). Pada 8 Desember 2024, Buzbee mengajukan gugatan baru yang secara eksplisit menyebut bahwa Celebrity A adalah Jay-Z.
Jay-Z membantah keras tuduhan tersebut. Ia bahkan secara terbuka mengungkapkan dirinya sebagai figur publik yang bermukim di Los Angeles, yang sebelumnya disebut dalam dokumen pengadilan. Dalam pernyataan tertulis pada Senin, 10 Februari 2025, Jay-Z mengatakan tuduhan ini telah merugikan bisnisnya hingga 20 juta dolar AS per tahun. “Tuduhan ini merusak bisnis dan keluarga saya,” ujarnya di pengadilan. Hakim Epstein belum memberikan putusan akhir. Sidang lanjutan dijadwalkan berlangsung akhir Maret.
Diddy dan Masalah Izin Praktik Hukum Buzbee
Sementara Jay-Z bertarung di pengadilan negara bagian, Diddy membawa kasus ini ke tingkat federal. Dokumen yang diajukan ke Pengadilan Distrik Selatan New York pada Selasa, 27 Februari 2025, menuding Buzbee melakukan praktik hukum di yurisdiksi tanpa izin.
“Butuh pelanggaran berat bagi kami untuk menentang permohonan pro hac vice,” tulis firma hukum Sher Tremonte dalam pernyataannya. “Namun, pelanggaran yang dilakukan Buzbee sangat mencolok dan patut mendapatkan sanksi,” ungkap mereka. Buzbee membela diri dengan menyatakan bahwa ia memiliki hak untuk praktik di New York. Namun, ia tak menyebut bahwa permohonannya untuk masuk dalam daftar advokat Southern District of New York telah ditolak pada 13 Februari, sehari sebelum gugatan terhadap Diddy dan Jay-Z dicabut.
Tim hukum Combs berargumen bahwa Buzbee telah menangani beberapa kasus di pengadilan federal New York tanpa izin yang sah. Komite Pengaduan Southern District bahkan memerintahkannya untuk melampirkan penolakan tersebut dalam setiap permohonan izin praktik di masa mendatang. Dilansir dari Sky News, Diddy masih mendekam di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, sejak ditangkap pada 16 September 2024. Upayanya untuk bebas dengan jaminan USD 50 juta atau sekitar Rp 821 miliar telah ditolak beberapa kali. Jika terbukti bersalah atas dakwaan perdagangan seks, pemerasan, dan eksploitasi anak, rapper kenamaan itu bisa menghadapi hukuman seumur hidup. Sidang kasus kriminalnya dijadwalkan pada 5 Mei mendatang.
DEADLINE | SKY NEWS
Pilihan Editor: Pengacara Sean 'Diddy' Combs Ajukan Pengunduran Diri