Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Perjalanan

Yunani Tutup Acropolis untuk Lindungi Wisatawan dari Gelombang Panas di Eropa

Ada peringataan akan cuaca yang lebih panas yang mencapai 40 derajat Celcius pekan depan di Yunani.

17 Juli 2023 | 13.39 WIB

Wisatawan mengunjungi kuil Parthenon saat mengunjungi situs bersejarah Acropolis di Athena, Yunani, 13 Maret 2020. REUTERS/Costas Baltas
Perbesar
Wisatawan mengunjungi kuil Parthenon saat mengunjungi situs bersejarah Acropolis di Athena, Yunani, 13 Maret 2020. REUTERS/Costas Baltas

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Yunani menutup Acropolis di Athena akhir pekan lalu untuk melindungi wisatawan. Eropa saat ini tengah gelombang panas oleh antiklon Cerberus bertekanan tinggi yang bisa berbahaya. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Akropolis dikenal sebagai salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia. Terletak di bukit kapur tinggi di atas Athena, Acropolis telah dihuni sejak zaman prasejarah. Selama berabad-abad, Acropolis menjadi rumah bagi raja, benteng, rumah mitos para dewa, pusat keagamaan, dan objek wisata. Tempat ini bertahan dari pengeboman, gempa bumi besar dan vandalisme namun masih berdiri sebagai pengingat akan sejarah Yunani yang kaya. Saat ini, Acropolis adalah situs warisan budaya UNESCO dan rumah bagi beberapa kuil, yang paling terkenal adalah Parthenon.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Kota-kota di Eropa yang diwaspadai termasuk tujuan wisata antara lain Bologna, Florence, dan Roma karena suhu melonjak tinggi, sementara kota-kota Italia lainnya bisa lebih panas dari biasanya. 

Suhu yang sangat panas di seluruh Eropa memaksa penutupan Acropolis di Athena untuk hari kedua. Pada Sabtu, para pejabat memberi peringatakan akan cuaca yang lebih panas pekan depan, ketika merkuri diperkirakan mencapai 40 derajat Celcius (104 derajat Fahrenheit) di beberapa tujuan wisata Mediterania yang populer.

Di kota-kota, wisatawan yang menjelajah mendinginkan diri di bawah air mancur, sementara yang lain mencari kolam, laut, atau tempat teduh dengan harapan terbebas dari gelombang panas yang disebabkan oleh Cerberus. Anticyclone bertekanan tinggi yang datang dari selatan itu dinamai menurut nama anjing berkepala tiga dalam mitologi Yunani kuno yang menjaga gerbang dunia bawah.

Lima belas kota di Italia, sebagian besar di tengah dan selatan negara itu, berada di bawah peringatan panas yang menandakan tingkat risiko tinggi untuk orang lanjut usia atau lansia, orang lemah, bayi, dan orang rentan lainnya. Suhu tetap di pertengahan 30-an derajat C (pertengahan 90-an F) di sebagian besar semenanjung Italia pada Sabtu tetapi diperkirakan akan mencapai antara 38 derakat C (100,4 F) dan 40 C (104 C) di Sardinia, Sisilia, dan Puglia.

Roma, ibu kota Italia, mencapai suhu tertinggi 35 derajat C (95 F) pada Sabtu dan diperkirakan akan mencapai suhu setinggi 42 C (107,6 F) pada Selasa. Sementara, kota-kota Italia lainnya kemungkinan bisa lebih panas.

Di ibu kota Yunani, di mana suhu diperkirakan mencapai 41 derajat C (105,8 F), para pejabat memutuskan untuk menutup monumen Acropolis yang terpanggang matahari dari siang hingga 17:30, sejak Jumat.

Suhu Ceko juga melonjak ke rekor tertinggi baru untuk setiap 15 Juli. Termometer mencapai 38,6 derajat C (101,5 F) di Plzen-Bolevec di Czechia barat, naik dari rekor sebelumnya 36,8 Celcius untuk hari ini yang ditetapkan di Podebrady, sebelah timur Praha pada 2007, kata Institut Hidrometeorologi Ceko.

Suhu lebih sejuk di Kepulauan Canary Spanyol, tetapi kebakaran hutan di pulau La Palma menyebabkan evakuasi pencegahan sekitar 500 orang. Para pejabat memperingatkan bahwa angin yang bergeser dan daerah kering yang gersang karena hujan dapat meningkatkan jumlah pengungsi.

Di Turki, kota-kota pesisir di selatan dan barat daya mencapai tinggi 30-an (sekitar 97-102 F) dan rendah 40-an (104-109 F). Titik panas pariwisata Antalya mencapai 44 derajat C (111,2 F).

Di kota barat laut Edirne, Krklareli dan Tekirdag, 48 orang dibawa ke ruang gawat darurat dengan gejala serangan panas dalam dua hari terakhir, menurut laporan Anadolu Agency yang dikelola pemerintah Turki.

Gelombang panas juga berdampak pada permukaan air di Istanbul, kota terbesar di Turki. Pasokan air utama di waduk Bendungan Omerli, yang sudah mencapai kapasitas 41 persen karena curah hujan yang rendah. Ini menyebabkan kota itu kehilangan 17.000 ton air per jam pada sore hari, kata Levent Kurnaz dari Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kebijakan Universitas Bosphorus kepada media lokal.

Negara-negara Eropa bagian utara juga kepanasan pada Sabtu. Pihak berwenang di Polandia memperingatkan lansia untuk tinggal di dalam ruangan atau di tempat teduh dan terhidrasi dengan baik saat suhu mencapai 35 derajat C (95 F).

Di pusat kota Warsawa, dan di kota-kota lain, air mancur darurat diatur agar orang dan hewan peliharaan mereka tetap dingin. Polisi mengeluarkan peringatan agar tidak meninggalkan anak-anak atau hewan peliharaan tanpa pengawasan di dalam mobil.

Jadi bukan hanya Yunani, hampir semua negara Eropa mengalami suhu panas yang mungkin juga mempengaruhi pariwisatanya. 

HINDUSTAN TIMES | HISTORY 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus