Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Rusia menginvasi Ukraina sejak 24 Februari 2022. Peperangan sampai 17 Juni 2022 masih berlangsung. Dampak perang Ukraina ini bisa memperburuk krisis global seperti krisis pangan dan energi.
1. Medan Pertempuran
- Para pejabat Ukraina mengatakan tentara Ukraina masih bertahan melawan pemboman besar-besaran Rusia di Sievierodonetsk, yakni sebuah kota di timur Ukraina.
- Menurut pejabat setempat, sebuah serangan udara menghantam sebuah bangunan yang melindungi warga sipil di kota Lysychansk di timur Ukraina, menewaskan sedikitnya tiga orang.
- Amerika Serikat mengatakan belum bertanya kepada Rusia tentang dua warga negaranya yang dilaporkan hilang setelah melakukan perjalanan ke Ukraina untuk berperang. Otoritas Amerika mengatakan, ada laporan tentang orang Amerika ketiga yang hilang.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
2. Upaya Diplomatik
- Inggris akan menyambut perwakilan dan pebisnis Ukraina pada Jumat ini. Tujuan pertemuannya untuk membahas bagaimana perusahaan Inggris dapat membantu membangun kembali infrastruktur di Kyiv.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
- Presiden Prancis Macron kepada televisi TF1 mengatakan, Ukraina akan memutuskan sendiri apakah akan menerima konsesi teritorial terhadap Rusia atau tidak.
- Eksekutif Uni Eropa diharapkan mengusulkan pada Jumat ini ihwal Ukraina menjadi calon resmi untuk keanggotaan.
- Rusia telah melarang 121 warga Australia masuk negara itu. Sementara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese akan menghadiri KTT NATO di Madrid pada akhir Juni.
- Dinas intelijen Belanda mengatakan telah menemukan agen militer Rusia yang mencoba menyusup ke Pengadilan Kriminal Internasional.
3. Dampak Ekonomi
- Rusia berjanji mempercepat pembicaraan tentang peningkatan penjualan gas ke Cina. Moskow juga memperingatkan bahwa Eropa akan membayar harga mahal karena telah mengembargo minyak Rusia.
- Kapal-kapal berbendera Rusia membawa gandum Ukraina ke Suriah. Perusahaan citra satelit AS Maxar mengkonfirmasi ini.
- Kapal-kapal yang memuat gandum dan logam akan segera meninggalkan pelabuhan Mariupol, dengan kemungkinan pengiriman menuju Timur Tengah. Seorang pemimpin separatis pro-Rusia mengatakan ini kepada kantor berita Interfax.