Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
SETIAP lepas salat subuh, di banyak pondok pesantren di Nusantara, para kiai tradisional membuka kitab kuning, membaca setiap baris yang tertera, sambil sesekali menerangkan isinya. Para santri—yang sebagian terkantuk-kantuk—membuka kitab yang sama, meletakkannya di meja rendah yang panjang, lalu mencatat keterangan pak kiai.
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo