Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Lumajang - Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi, Rabu petang, 26 Februari 2025. Kolom abu teramati hingga kurang lebih 1.100 meter di atas puncak atau kurang lebih 4.776 meter di atas permukaan laut.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Erupsi gunung api tertinggi di pulau Jawa ini terjadi pada pukul 17:30 WIB. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang condong ke arah utara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 2 menit 16 detik.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Selang satu jam kemudian, atau pada pukul 18:29, gunung api dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut itu erupsi lagi dengan tinggi kolom abu teramati kurang lebih 900 meter di atas puncak (kurang lebih 4576 metet di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 163 detik.
Dua kejadian erupsi ini dilaporkan secara bergantian oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Semeru yakni Liswanto dan Sigit Rian Alfian. "Tingkat aktivitas gunung api Semeru masih tetap di level II (Waspada)," kata Liswanto dan Rian dalam laporannya, Rabu malam, 26 Februari 2025.
Hasil pengamatan kegempaan dalam 24 jam terakhir hingga Rabu dini hari tadi menyebutkan ada sejumlah gempa yang terekam, yakni 60 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10-23 mm dan lama gempa 57-191 detik. Seismogram juga merekam 2 kali gempa Guguran dengan amplitudo 4-6 mm dan lama gempa 45-50 detik.
Selain iti tercatat juga 9 kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-8 mm, lama gempa 43-76 detik. Kemudian 1 kali gempa harmonik dengan amplitudo 3 mm, dan lama gempa 212 detik.
Pos PGA yang berada di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang juga mencatat 2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 8-23 mm, S-P 16-74 detik dan lama gempa 48-120 detik.
Pada tingkat aktivitas level II atau Waspada ini, warga direkomendasikan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 8 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 km dari puncak.
Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi juga merekomendasikan warga untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 Km dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Pilihan Editor: Mengapa PLTSa dan RDF Tak Menyelesaikan Masalah Sampah