Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Berita Tempo Plus

Akhir legenda dan sejumlah misteri bali

Hotel bali beach, denpasar, terbakar. menghanguskan 300 kamar. kerugian rp 60 milyar. kamar no. 327 tidak tersentuh api. konon ada roh dari ratu biang yang menempati kamar tersebut.

30 Januari 1993 | 00.00 WIB

Akhir legenda dan sejumlah misteri bali
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

LAKSANA tarian peri langit, asap hitam membubung di atas Hotel Bali Beach yang membara terpanggang api. Masyarakat Denpasar yang datang bak air bah hanya terpana melihat ''ngaben'' besar ini. Gubernur Bali Ida Bagus Oka tampak menggeleng-gelengkan kepala, lalu bergumam, ''Tak ada harapan untuk menyelamatkannya.'' Gubernur Oka seperti sedang menunggu ajal menjemput HBB. Hotel bintang lima ini memang sudah seperti legenda dalam masyarakat Bali, hotel paling tinggi di sana. Rabu pekan lalu ''legenda'' yang sudah berdiri di Pantai Sanur selama 30 tahun itu punah dilahap api. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah hubungan singkat (korsleting) pada listrik. Namun sumber TEMPO di hotel milik PT Hotel Indonesia Internasional ini menyanggah. Karena beberapa saat setelah api berkobar listrik masih menyala. Dan justru listrik mati lantaran dipadamkan dari pusat ruang engineering. Penyebabnya tengah dilacak di ruang kantor perusahaan penerbangan Qantas. Di hari nahas itu kantor Qantas sedang mengganti karpet lantai. Tentu dipakai lem perekat, yang kalau dibiarkan terbuka akan menyebarkan uap yang mengandung gas. Dari gulungan karpet yang belum terpakai inilah diduga api marak menjadi raksasa merah dan ganas. Hotel bintang lima ini bukan tak dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran: heat detector, fire alarm, fire hydran, dan water sprinkler. Masih ditambah lagi dengan pemadam api ringan seperti dry powder. Namun barangkali lantaran pemeliharaan payah dan api besar begitu cepat, semua alat canggih tadi praktis lumpuh. Dan enam unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan tak mampu berbuat banyak. Apalagi tak satu pun mobil itu dilengkapi dengan tangga eskalator untuk menjangkau lantai-lantai atas gedung sepuluh tingkat itu. Praktis hanya lantai dasar yang mampu disiram. Padahal, demikian dilaporkan wartawan TEMPO Putu Fajar Arcana, satu jam setelah kebakaran tampaknya api akan berhasil dikuasai. Tapi empat mobil pemadam kehabisan air. Dan untuk mengisi tanki air mereka harus menempuh jarak lima kilometer. Begitu mobil kembali, api berkobar lagi. Tiga jam setelah api mulai menyala pada pukul 12.45, seluruh bangunan sudah membara. Nengah Parbawa dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Madya Denpasar bercerita, tiga dari empat unit kendaraan dinasnya sudah dipakai sejak 1975. Di HBB ini Parbawa dan kawan-kawannya harus berjuang all out. Tapi, sampai habis isi kolam, sampai panas mesin penyedot meraung, api seperti makin liar menjilat ke sana kemari. Sampai Senin pekan ini belum ditemukan adanya korban kebakaran yang kabarnya terparah setelah sebuah hotel di Jepang terbakar tahun lalu. Kalau tak ada korban jiwa, itu juga suatu kebetulan. Karena Rabu pagi, sebelum HBB terbakar, lebih dari 200 turis asal Perancis baru saja check out. Dan, kata seorang karyawan di bagian tour, ''Tamu dari Perancis itu kebanyakan sudah tua.'' Ketika api melahap HBB, sekitar 100 kamar terisi dan hampir seluruh harta benda milik tamu ludes. Sedangkan 200 kamar di bangunan utama kosong. Korban luka hanya empat orang dan kini dirawat di RSUP Sanglah. Dua karyawan HBB dan dua tamu, seorang asal Irlandia dan seorang lagi asal Korea Selatan. Joe Buher, orang Irlandia, ketika itu sedang mandi di kamarnya, kamar 414. Begitu keluar, dia disergap asap dan napasnya sesak. Dengan sigap ia menyambung selimut-selimut di kamarnya, lalu menggelantung di dinding luar hotel. Di lantai 2, petugas menyelamatkan Buher yang hanya sempat memakai kolor dan kaus oblong. Komentarnya? ''Ya, itu kado ulang tahun saya,'' kata kakek yang sehari setelah kebakaran genap 60 tahun. Cerita Agus, seorang karyawan HBB, lebih dramatis. Waktu itu pegawai bagian dekorasi itu sedang bekerja di lantai sepuluh. Dia tak mendengar alarem berbunyi. Tiba-tiba dilihatnya asap hitam membubung. Dengan nekat dia menuruni dinding luar, berpegang pada lubang angin dan jendela. Sampai di lantai 3, Agus disergap api. Meloncatlah ia memeluk pohon kelapa yang banyak tumbuh di sekitar bangunan hotel. Kini HBB diperiksa secara intensif oleh 12 personel dari Samapta Polda Nusra. Tim dari laboratorium kriminal Mabes Polri Jakarta juga sudah sampai di Bali. Sampai akhir pekan lalu tinggal lift yang belum diperiksa, apakah ada orang di dalamnya. ''Dari pemeriksaan sementara belum ada korban jiwa,'' kata Letkol Karyono, Sekretaris Samapta Polda Nusra. Kerugian ditaksir sekitar Rp 60 miliar. Perhitungannya, menurut Arifin Pasaribu, Humas Hotel Indonesia Internasional, jumlah kamar yang terbakar hangus 300 buah. Harga satu kamar ditaksir US$ 100 ribu, maka kerugian total US$ 30 juta atau Rp 60 miliar. Ini sudah terhitung kelengkapan kamar: AC, televisi, karpet, dan lainnya. Selain kamar, dua restoran ikut hangus, yaitu Bali Hai Supper Club dan sebuah coffee shop. Sekitar 300 kamar cottage dan apartemen di lokasi HBB ini selamat dari api. Dan bangunan yang menghitam itu diasuransikan HII pada PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo). Dan HII antara lain berharap dari sanalah dana pembangunan kembali HBB diperoleh. Ada instruksi dari Menteri Parpostel bahwa HBB diharapkan beroperasi lagi sebelum sidang World Tourism Organization Oktober mendatang. Kalau hanya mengharap dana asuransi, barangkali sulit. Karena, menurut Dirut Jasindo Amir Imam Poero kepada Nunik Iswardhani dari TEMPO, nilai pertanggungan dari HBB maksimum ditaksir hanya sebesar US$ 17,5 juta. Dari jumlah ini US$ 1,7 juta untuk public liability insurance (asuransi kecelakaan untuk umum) dan sisanya adalah asuransi gedung (commercial property insurance). Kini ada tim penilai kerugian (lost adjuster) Jasindo yang tengah memeriksa HBB. Yang belum jelas adalah bagaimana kelak bentuk bangunan HBB yang baru. Sebab Gubernur Bali Oka sudah menegaskan bahwa HBB adalah hotel tertinggi yang pertama dan terakhir di Bali. Ada peraturan daerah yang melarang bangunan hotel di Bali melebihi 15 meter (lihat: Berani Melebihi Pohon Kelapa). Ini soal kepercayaan. Dan misteri tetap utuhnya kamar 327 di lantai 3 barangkali bagian dari kepercayaan ini. Entah bagaimana ceritanya, kamar 327 seperti tak tersentuh api. Ini satu-satunya kamar, dari 300 kamar, yang bisa lolos dari sergapan Dewa Agni, penguasa api. Televisi, kulkas, karpet, lampu-lampu, dan semua barang di sana utuh. Ternyata kamar 327 itu memang sengaja dikosongkan. Ini juga karena kepercayaan. Masalahnya, dulu petugas hotel kerap dipusingkan oleh ke luhan para tamu yang tiba-tiba mengadu ada dua ekor kera masuk kamarnya. Setelah diperiksa, ternyata nihil. Pernah ada permintaan handuk dan sa bun untuk kamar 327, ternyata setelah dikirimi kamar itu terkunci dan memang tak terisi tamu. Konon ketika didatangkan orang pintar, ada roh dari Ratu Gede Me caling atau Ratu Biang dipercayai seba gai penghuni pura di Pulau Nusa Penida -- minta dibuatkan pelinggih, tempat pemu jaan kecil. Sejak itu satu kamar selalu di kosongkan, konon untuk tempat sang ratu istirahat. Menurut pemuka agama Hindu, Jro Mangku Gde Ktut Subandi, angka kamar 327 itu kebetulan juga punya arti. Kalau dijumlahkan akan didapat angka 3 (dari 12, jadi 1+2) yang merupakan aksara suci. Umat Hindu menyebut Hyang Widi dengan tiga aksara (AUM). Lalu ada lagi yang di sebut Tri Kona, yang terdiri dari utpati (lahir), stiti (lahir), pralina (mati) -- proses perjalanan hidup. Jadi, kata Subandi, ''Bali Beach sudah mencapai masa pralina-nya.'' Percaya atau tidak, terserah Anda. Toriq Hadad, Bambang Aji (Jakarta), Jalil Hakim (Denpasar)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus