Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Dua Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Selatan Jawa Barat Ditemukan Tewas

Wisatawan dilarang berenang di pantai karena ombak di pantai selatan cukup tinggi berkisar antara 2 sampai 3 meter.

4 April 2025 | 15.39 WIB

Sejumlah petugas mengevakuasi seorang wisatawan yang meninggal dunia setelah hilang tenggelam terbawa arus ombak di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (22/4/2024). (ANTARA/HO-Tagana Pangandaran)
Perbesar
Sejumlah petugas mengevakuasi seorang wisatawan yang meninggal dunia setelah hilang tenggelam terbawa arus ombak di Pantai Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (22/4/2024). (ANTARA/HO-Tagana Pangandaran)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Pangandaran -- Dua wisatawan hilang di Pantai Selatan Jawa Barat ditemukan tewas. Satu orang ditemukan di Pantai Pangandaran dan lainnya di Pantai Karang Papak, Kabupaten Garut, Jawa Barat. "Pukul 10.00 WIB tadi ditemukan dan langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Kepala Pos Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangandaran Edwin Purnama pada Jumat, 4 April 2025. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Korban tewas bernama Dede Sulaiman, 15 tahun, warga Kabupaten Garut. Ia tenggelam pada Rabu, 2 April 2025, sekitar pukul 07.00 WIB di Pos 5 Pantai Barat. Jenazah korban ditemukan sekitar satu mil dari bibir pantai dengan kondisi mengambang. 

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Edwin menjelaskan, korban tewas yang ditemukan lainnya yakni Ridwan Nurohman, 15 tahun, warga Kampung Pasir Layung, Desa Pasundan, Kecamatan Cimenyan, Bandung. Ia ditemukan sekitar 100 meter dari lokasi kejadian di Pantai Karang Papak pukul 12.45 WIB. Dia tenggelam pada Kamis pagi sekitar pukul 07.00 WIB. 

Sehari sebelumnya, Tim SAR gabungan juga menemukan jasad Suhendar, 19 tahun, warga Kota Bandung. Ia tewas terseret arus setelah berenang di area terlarang depan Pos 4 Pantai Barat Pangandaran pada Selasa, 1 April 2025, sekitar pukul 14.00 WIB. "Alhamdulillah semua korban hilang sudah ditemukan dan diserahkan kepada keluarga. Kami himbau wisatawan untuk selalu berhati-hati," ujar Edwin. 

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara Polres Garut Inspektur Satu Aep Saprudin melarang wisatawan untuk berenang di pantai. Alasannya ombak di pantai selatan cukup tinggi berkisar antara 2 sampai 3 meter. "Ombak cukup ganas karena pantainya langsung ke laut lepas (Samudra Hindia)," ujar Aep. 

Menurut Aep, pengunjung hanya diperbolehkan untuk bermain air dengan ketinggian sampai lutut. Selebihnya pengunjung hanya diimbau untuk berwisata di bibir pantai. "Semua pantai di Garut ini tidak cocok untuk berenang karena berbahaya," ujarnya. 

Imbauan serupa dilakukan petugas keamanan di Pantai Pangandaran. Para pengunjung hanya diperbolehkan berenang di pantai Batu Karas dan Pantai Timur. Sementara untuk Pantai Barat banyak terdapat zona berbahaya. "Kami sudah mengimbau tapi tetap saja banyak yang membandel. Kami harap pengunjung dapat mengikuti arahan dari tim keamanan," ujar Edwin. Kunjungan wisatawan ke pantai diprediksi mengalami puncak mulai Jumat hingga Minggu, 6 April 2025. 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
Ā© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus