Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik

Kemenko PMK Kirimkan Bantuan Tahap Tiga untuk Korban Gempa Myanmar

Bantuan untuk korban gempa Myanmar ini terdiri dari logistik penting seperti tenda, makanan, serta perlengkapan untuk perempuan dan anak-anak.

4 April 2025 | 21.31 WIB

Personel INASAR mengikuti Apel Pelepasan Bantuan ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 3 April 2025. Antara/Galih Pradipta
Perbesar
Personel INASAR mengikuti Apel Pelepasan Bantuan ke Myanmar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, 3 April 2025. Antara/Galih Pradipta

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan mengirimkan bantuan tahap ketiga untuk para korban yang terdampak gempa Myanmar. Bantuan tersebut diterbangkan dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta; dan tiba di Naypyidaw, Myanmar, pada Kamis, 3 April 2025.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Kami membawa pesan duka cita dan keprihatinan dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh masyarakat Myanmar. Ini adalah bentuk solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan antara dua bangsa, serta komitmen ASEAN dalam kerja sama kebencanaan,” ujar Menteri Koordinator PMK Pratikno yang memimpin langsung delegasi Indonesia ke Myanmar, Kamis, dikutip dari keterangan tertulis.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Bantuan yang disalurkan pada tahap ketiga ini terdiri dari logistik penting seperti tenda, makanan, serta perlengkapan untuk perempuan dan anak-anak. “Kami turut membawa tim tenaga kesehatan yang akan bertugas selama 30 hari ke depan, sebagai bagian dari misi kemanusiaan ini,” ujarnya menambahkan.

Melalui siaran resminya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengumumkan pihaknya mengirimkan tim Emergency Medical Team (EMT) yang terdiri dari 35 tenaga medis. Adapun tim tersebut datang dengan membawa bantuan kesehatan seperti obat-obatan senilai Rp 5,5 miliar.

Perwakilan dari Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Eko Medistianto, menjelaskan bahwa tim yang dikirim terdiri dari tenaga medis dengan berbagai keahlian. Di antaranya, dokter spesialis bedah, ortopedi, anestesi, penyakit dalam, anak, dan emergensi.

“Selain itu, tim juga mencakup perawat, tenaga farmasi, bidan, serta tenaga logistik dan administrasi,” kata Eko.

Selain Menko PMK, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Anggota Komisi VIII DPR RI Muhammad Husni, serta perwakilan dari Kementerian Luar Negeri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, dan beberapa lembaga lainnya juga turut serta dalam rombongan delegasi yang mengantarkan bantuan tahap ketiga.

Setibanya di Naypyidaw, delegasi diterima secara resmi oleh Soe Kyi, Deputi Menteri Kesejahteraan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali, serta Win Thu Htet dari Departemen Konsuler dan Urusan Hukum Kementerian Luar Negeri Myanmar.

Setelahnya, perwakilan dari Indonesia itu turut mengunjungi sejumlah titik terdampak gempa, termasuk area perumahan pegawai negeri sipil di mana tim USAR Indonesia berhasil menemukan lima korban jiwa yang tertimbun reruntuhan bangunan.

Delegasi juga menyempatkan diri meninjau posko utama tim kemanusiaan Indonesia yang menjadi pusat koordinasi dan operasional selama misi penanganan bencana di Myanmar, sekaligus memastikan seluruh personel yang bertugas dalam kondisi baik dan siap melanjutkan operasi kemanusiaan.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus