Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Politik
Pertamax Rasa Pertalite

Berita Tempo Plus

Korupsi Tata Kelola Minyak Rugikan Negara Rp 193,7 Triliun

Korupsi tata kelola minyak dengan kerugian negara Rp 193,7 triliun dan manuver Yandri Susanto memenangkan istrinya di pilkada.

2 Maret 2025 | 08.30 WIB

Muhammad Kerry Adrianto Riza mengenakan rompi  tahanan Kejaksaan Agung  di Kejaksaan Agung, Jakarta, 24 Februari 2025. Dok. Kejaksaan Agung.
Perbesar
Muhammad Kerry Adrianto Riza mengenakan rompi tahanan Kejaksaan Agung di Kejaksaan Agung, Jakarta, 24 Februari 2025. Dok. Kejaksaan Agung.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Kejaksaan Agung menahan sejumlah tersangka dugaan korupsi tata kelola minyak.

  • Cawe-cawe Menteri Desa Yandri Susanto memenangkan istrinya di pilkada Serang.

  • Ujian nasional diganti dengan tes kemampuan akademik.

KEJAKSAAN Agung menetapkan enam pejabat perusahaan subholding PT Pertamina sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina, subholding, serta kontraktor kontrak kerja sama 2018-2023. “Perbuatan tersebut mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp 193,7 triliun,” kata Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar, Senin, 24 Februari 2025. 

Para tersangka diduga mengakali kewajiban memenuhi kebutuhan minyak mentah dari minyak bumi lokal. Mereka mengubah sejumlah data kapasitas kilang agar bisa mengimpor. Tiga anak usaha Pertamina, yakni PT Pertamina Patra Niaga, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina International Shipping, mengambil untung dengan sejumlah modus.

Mereka lalu memenangkan sejumlah broker minyak mentah dan produk kilang. Tiga broker ikut ditahan oleh Kejaksaan Agung. Salah satunya Muhammad Kerry Adrianto Riza, anak pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid. Kejaksaan telah menggeledah dua rumah Riza Chalid di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam pengadaan impor tersebut, PT Pertamina Patra Niaga mengganti pengadaan produk kilang dari research octane number atau RON 92 (Pertamax) menjadi RON 90 (Pertalite) yang kualitasnya lebih rendah. Muncul spekulasi bahwa produk Pertamax yang beredar di masyarakat adalah oplosan.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
Egi Adyatama

Bergabung dengan Tempo sejak 2015. Alumni Universitas Jenderal Soedirman ini sejak awal meliput isu politik, hukum, dan keamanan termasuk bertugas di Istana Kepresidenan selama tiga tahun. Kini menulis untuk desk politik dan salah satu host siniar Bocor Alus Politik di YouTube Tempodotco

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus