Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sosial

Reinterpretasi Peran Pendamping Diplomat Indonesia

Pemerintah perlu mengkonsep ulang peran dan posisi pasangan diplomat Indonesia yang tidak bias gender dan non-eksploitatif.

9 Agustus 2023 | 00.00 WIB

Ilustrasi seorang diplomat. Shutterstock
Perbesar
Ilustrasi seorang diplomat. Shutterstock

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ringkasan Berita

  • Selama ini, pendamping diplomat dianggap tak berperan alias pasif.

  • Peran istri diplomat Indonesia sebatas Dharma Wanita, sedangkan suami diplomat tak memiliki tugas jelas.

  • Pemerintah perlu mengkonsep ulang peran dan posisi pasangan diplomat Indonesia yang tidak bias gender dan non-eksploitatif.

Ada satu adegan sangat menarik dalam serial drama politik keluaran Netflix, The Diplomat, yakni ketika Hal Wyler, suami dari diplomat Kate Wyler yang ditugaskan menjadi duta besar Amerika Serikat (AS) untuk Inggris, ikut mengambil inisiatif yang berkaitan dengan peran-peran diplomatis. Dalam serial itu, Hal juga seorang mantan duta besar AS, tapi untuk Lebanon.

Masuk untuk melanjutkan baca artikel iniBaca artikel ini secara gratis dengan masuk ke akun Tempo ID Anda.
  • Akses gratis ke artikel Freemium
  • Fitur dengarkan audio artikel
  • Fitur simpan artikel
  • Nawala harian Tempo
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus