Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Surat Pembaca

Berita Tempo Plus

Ikatan arsitek indonesia, tolonglah!

30 Januari 1993 | 00.00 WIB

Ikatan arsitek indonesia, tolonglah!
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Pada masa pembangunan ini Indonesia masih membutuhkan banyak sarjana arsitektur. Barangkali kebutuhan tersebut tidak akan tercukupi bila hanya mengandalkan jumlah lulusan perguruan tinggi negeri saja. Dengan kata lain, peran perguruan tinggi swasta cukup berarti. Kenyataan juga menunjukkan bahwa kualitas PTS dan lulusannya tidak bisa dianggap rendah. Tetapi bila kita tengok situasi di Kopertis 5, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan terlihat hal yang sangat merisaukan. Di wilayah Kopertis itu ada empat universitas swasta yang memiliki jurusan teknik arsitektur dengan jumlah mahasiswa cukup banyak dan dikelola dengan baik. Tapi, sayangnya, mereka itu tidak dapat memperoleh gelar sarjana dari negara, karena hingga saat ini persyaratannya tidak jelas. Keadaan ini telah berlangsung lebih kurang lima tahun. Biang persoalannya adalah perbedaan pendapat antara Kopertis 5 (sebagai penyelenggara ujian negara cicilan) dan Jurusan Teknik Arsitektur Universitas Gadjah Mada (sebagai penguji beberapa mata ujian). Pihak pertama bersikeras hanya mengujikan ujian negara cicilan. Itu sesuai dengan peraturan pemerintah. Sedangkan pihak kedua mengharuskan adanya ujian studio atau tugas akhir, dengan pertimbangan bahwa arsitektur adalah ilmu spesifik. Menurut sumber yang dapat dipercaya, di Kopertis ini para mahasiswa PTS, selain menempuh 17 mata ujian negara cicilan, juga harus menempuh studio yang diuji negara (bukan lokal) dengan total biaya berkisar antara satu juta rupiah (bila lulus sekali tempuh). Ini bukanlah masalah sederhana karena menyangkut peraturanperaturan formal dari pemerintah tentang ujian negara cicilan dan gagasan-gagasan para pakar arsitektur dari UGM tentang kespesifikan ilmu arsitektur. Nah, apakah IAI dan PSAI hanya akan tinggal diam terhadap kegundahan hati para calon arsitek muda dari DIY ini? Apakah ini tidak berarti mengajari mereka untuk memulai profesi mereka dengan meyakini bahwa antara peraturan dari pemerintah dan pendidikan arsitektur tidak selaras? Tidak harus begitu bukan? atau bagaimana? Nama dan alamat diketahui redaksi

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus