Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Ragam

Menjelang Ramadan: Mengenali Beragam Tradisi Silaturahmi di Indonesia

Menjelang Ramadan masyarakat Indonesia memiliki beragam tradisi di daerahnya untuk menyambut bulan puasa umat Islam ini

26 Februari 2025 | 13.56 WIB

Tradisi munggahan. ANTARA
Perbesar
Tradisi munggahan. ANTARA

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Menjelang Ramadan masyarakat Indonesia memiliki beragam tradisi di daerahnya untuk menyambut bulan puasa umat Islam ini. Tradisi yang beragam ini biasanya berkaitan dengan makna menjalin silaturahmi dan kebersamaan sebelum menjalani puasa selama satu bulan.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

1. Nyorog (Jakarta dan sekitarnya)

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Orang Betawi memiliki tradisi nyorog. Dikutip dari laporan jurnal Nilai-Nilai Islam dalam Tradisi Nyorog di Kampung Pondok Benda, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, nyorog merupakan tradisi saat menyambut bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. Tradisi nyorog membawa pelajaran moral tentang menghormati orang yang lebih tua.

Tradisi nyorog merupakan kegiatan memberikan bingkisan makanan kepada anggota keluarga yang lebih tua. Bingkisan diberikan kepada orang tua atau mertua yang sudah berbeda rumah maupun kepada tokoh setempat. Tradisi ini dilakukan sebagai penghormatan, sekaligus menjalin silaturahmi.

2. Munggahan (Jawa Barat)

Munggahan merupakan tradisi orang Sunda yang menjadi momen penting sebelum memasuki Ramadan. Dikutip dari Antara, kegiatan ini biasanya dilakukan dengan berkumpul bersama keluarga dan kerabat untuk makan bersama, berdoa, serta saling bermaafan. Tujuannya mempererat silaturahmi dan mempersiapkan diri sebelum menjalani puasa.

3. Mattunu Solong (Sulawesi Barat)

Mattunu solong adalah tradisi masyarakat Polewali Mandar, Sulawesi Barat menyambut Ramadan dengan menyalakan pelita dari buah kemiri dan kapuk yang dililit di bambu. Pelita ini ditempel di pagar, halaman, dan pintu masuk rumah. Warga bersama-sama menyalakan pelita di rumahnya.

4. Ngantok Behauh (Jambi)

Tradisi ini  menjelang  Ramadan  yang dilakukan masyarakat Hamparan Rawang, Jambi. Ini tradisi mengantarkan  beras atau sembako lainnya. Dikutip dari laporan jurnal Tradisi Ngantok Behauh dari Anak Betino ke Tengganai Menjelang Bulan Ramadan pada Masyarakat Hamparan Rawan, beras diantar kepada sanak keluarga, orang-orang yang dihormati, pemangku adat yang bergelar depati.

Ngantok behauh sebagai upaya meningkatkan silaturahmi  keluarga yang bertempat  tinggal di Hamparan Rawang  maupun di desa lain.

 5. Meugang (Aceh)

Meugang merupakan tradisi menyambut Ramadan yang sudah dilakukan semenjak zaman Kerajaan Aceh Darussalam. Tradisi meugang berupa kegiatan memasak daging sapi, kambing, atau kerbau sehari sebelum Ramadan. Seluruh anggota keluarga menikmati masakan tersebut. Selain menjelang Ramadan, tradisi meugang juga dilakukan untuk menyambut Idul Adha dan Idulfitri.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus