Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - India sejauh ini melaporkan sekitar 8.848 kasus mucormycosis atau jamur hitam, salah satu infeksi yang menyebar dengan cepat yang diamati pada mereka yang sembuh dari Covid-19, sebagaimana dilaporkan Tribune India, Sabtu, 22 Mei 2021.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Memperhatikan peningkatan jumlah tersebut, Pemerintah India telah menekankan pada percepatan alokasi Amphotericin-B, obat utama untuk mengobati mucormycosis yang mengamuk.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dalam arahan ini, Menteri Persatuan Kimia dan Pupuk DV Sadananda Gowda telah mengumumkan alokasi 23.680 botol tambahan Amphotericin-B.
Mendagri juga menginformasikan bahwa pengalokasian sudah dilakukan berdasarkan jumlah pasien yang ada sekitar 8.848 orang di seluruh India.
Gujarat (5.800) dan Maharashtra (5.090) telah dialokasikan jumlah maksimum botol Amphotericin-B tambahan, diikuti oleh Andhra Pradesh (2.310), Madhya Pradesh (1.830), Rajasthan (1.780), Karnataka (1.270).
Gujarat telah melaporkan maksimum 2.281 kasus mucormycosis diikuti oleh Maharashtra (2.000), Andhra Pradesh (910), Madhya Pradesh (720) Rajasthan (700), Karnataka (5,00), Haryana (250), Delhi (197), Punjab ( 95), Chhattisgarh (87), Bihar (56), Tamil Nadu (40), Kerala (36), Jharkhand (27), Odisha (15), Goa (12) dan Chandigarh (8).
Mucormycosis adalah infeksi jamur yang serius tetapi jarang, yang disebabkan oleh sekelompok jamur yang disebut mucormycetes yang telah berkembang pada pasien Covid-19.
Penyakit jamur ini umumnya ditemukan pada pasien yang diberi steroid dalam waktu lama, lama dirawat di rumah sakit, menggunakan bantuan oksigen atau ventilator, menghadapi kebersihan rumah sakit yang buruk atau yang telah minum obat untuk penyakit lain seperti diabetes.
Jika tidak ditangani tepat waktu, infeksi jamur hitam bisa berakibat fatal. Obat Covid dapat membuat tubuh lemah dan memiliki kekebalan yang rendah. Mereka juga dapat meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes dan pasien Covid-19 non-diabetes.
Sumber: TRIBUNE INDIA