Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Sains

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Cara Pakai Masker Pemimpin Tidak Benar, UI

Topik tentang epidemiolog sebut pemimpin menggunakan masker dengan tidak benar menjadi berita terpopuler Top 3 Tekno Berita Kemarin.

31 Agustus 2020 | 06.16 WIB

Petugas memasangkan masker kepada pengguna jalan yang tidak memakai masker di Bogor, 27 Agustus 2020. Pemerintah melalui kementerian kesehatan dan satgas covid 19 mengkampanyekan pakai masker dengan kampanye membagikan sejuta masker yang merupakan bagian menggunakan masker di era adaptasi kebiasaan baru untuk menghindari penularan covid 19. Tempo/Amston Probel
Perbesar
Petugas memasangkan masker kepada pengguna jalan yang tidak memakai masker di Bogor, 27 Agustus 2020. Pemerintah melalui kementerian kesehatan dan satgas covid 19 mengkampanyekan pakai masker dengan kampanye membagikan sejuta masker yang merupakan bagian menggunakan masker di era adaptasi kebiasaan baru untuk menghindari penularan covid 19. Tempo/Amston Probel

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Top 3 Tekno berita kemarin dimulai dari topik tentang epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono mengatakan pemimpin dan pejabat negara perlu mencontohkan penggunaan masker secara benar demi efektivitas mengajak masyarakat menekan penularan Covid-19.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

Berita terpopuler selanjutnya, Universitas Indonesia melapisi Jalan Sumitro Djoyohadikusumo, Kampus UI Depok, dengan aspal plastik multilayer, Jumat 28 Agustus 2020. Pengaspalan ini merupakan bagian dari proyek percontohan pemanfaatan bahan limbah sampah plastik bernilai rendah sebagai campuran aspal.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Selain itu, Pandu Riono mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkatkan indeks nitrogen dioksida (NO2) yang lebih berbahaya bagi pasien Covid-19 yang mengidap tuberkulosis.

Berikut tiga berita terpopuler di kanal Tekno kemarin:

Petugas memasangkan masker kepada pengguna jalan yang tidak memakai masker di Bogor, 27 Agustus 2020. Pemerintah melalui kementerian kesehatan dan satgas covid 19 mengkampanyekan pakai masker dengan kampanye membagikan sejuta masker yang merupakan bagian menggunakan masker di era adaptasi kebiasaan baru untuk menghindari penularan covid 19. Tempo/Amston Probel

Epidemiolog Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan pemimpin dan pejabat negara perlu mencontohkan penggunaan masker secara benar demi efektivitas mengajak masyarakat menekan penularan Covid-19.

"Pemimpin kita belum beri contoh baik dalam pakai masker. Apa yang diharapkan dengan realita belum sama," kata Pandu dalam Editor Meeting The Society for Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) yang membahas Ancaman Karhutla di Tengah Pandemi Covid-19 di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020.

Pandu mengatakan masih sering melihat pemimpin dan penjabat negara menggunakan masker dengan tidak benar.

Sering terlihat masker diturunkan ke leher saat berbicara, padahal bagian dalam masker dapat terkena virus yang mungkin sudah melekat di bagian leher.

Saat masker digunakan lagi menutupi mulut dan hidung orang tersebut dapat terpapar virus, ujar Pandu, lebih baik masker dilepas dan dipastikan bagian luar yang sudah terpapar berbagai macam hal tidak mengenai lapisan dalam untuk mencegah virus terhirup jika masker dikenakan lagi.

Uji coba penerapan aspal dengan campur sampah plastik pertama kali di jalan tol ini dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Rest Area KM 43 tol Tangerang-Merak, Kamis 14 Desember 2017. FOTO: TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

Universitas Indonesia melapisi Jalan Sumitro Djoyohadikusumo, Kampus UI Depok, dengan aspal plastik multilayer, Jumat 28 Agustus 2020. Pengaspalan ini merupakan bagian dari proyek percontohan pemanfaatan bahan limbah sampah plastik bernilai rendah sebagai campuran aspal.

UI bekerja sama dengan PT Chandra Asri Petrochemica, PT Samudera Montaz, dan Perusahaan Konstruksi Wasco Indonesia dalam proyek tersebut. Mereka menggunakan seluruhnya 75 kilogram sampah plastik dari limbah kemasan mi instan. Sedang area yang diaspal untuk proyek percontohan ini seluas 241 meter persegi.

Saat peninjauan pengaspalan, Kepala Badan Kerjasama, Ventura dan Digital UI Dedi Priadiv menuturkan kalau kolaborasi yang dilakukan saat ini merupakan penerapan model kerja sama yang optimal antara UI dan mitra industri dalam mencari solusi masalah limbah plastik. "Jika uji coba ini berhasil, maka ke depannya komplek UI akan kembali memanfaatkan aspal plastik," kata Dedi melalui keterangan tertulis, Sabtu 29 Agustus 2020.

Ahli Teknologi Polimer dari Departemen Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik UI, Mochamad Chalid, mengatakan daur ulang limbah plastik bernilai rendah mampu meningkatkan kualitas aspal. Dengan komposisi yang ideal, penambahan sampah plastik tersebut ke dalam campuran aspal dapat meningkatkan kualitas stabilitas jalan hingga 40 persen sesuai dengan hasil pengujian yang dilakukan oleh tim peneliti UI, Perusahaan Konstruksi Wasco dan PT Chandra Asri Petrochemical.

Warga dan personel Manggala Aqni melakukan pemadaman api yang membakar lahan gambut di Kelurahan Tinengi, Kecamatan Tinondo, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Rabu, 19 Agustus 2020. Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) gambut terjadi di wilayah itu menghanguskan sekitar dua hektare lahan dan belum berhasil dipadamkan akibat cuaca panas dan angin kencang. ANTARA/ManggalaAqni

Ahli epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meningkatkan indeks nitrogen dioksida (NO2) yang lebih berbahaya bagi pasien Covid-19 yang mengidap tuberkulosis.

Pandu dalam diskusi Editor Meeting The Society for Indonesian Enviromental Journalists (SIEJ) yang membahas "Ancaman Karhutla di Masa Pandemi Covid-19" di Jakarta, Sabtu, 29 Agustus 2020, mengatakan karhutla berdampak pada kesehatan masyarakat, menyebabkan peningkatan kejadian penyakit paru atau tuberkulosis.

Efek jangka pendek dari eksposur polusi udara akibat karhutla seperti di Pekanbaru, Riau, menurut dia, meningkatkan risiko tuberkulosis. Hal itu karena peningkatan indeks NO2 yang lebih berisiko dari partikel berukuran lebih kecil dari 10 mikron (PM10) dan Sulfur dioksida (SO2).

Maka masyarakat di daerah yang rawan terjadi karhutla di masa pandemi Covid-19, ia mengatakan bisa jauh lebih banyak mengalami gangguan fungsi paru dan bisa menaikkan angka kematian.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus