Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
SAMAR-SAMAR terlihat Happy Salma duduk. Pencahayaan agak temaram. Rambutnya dipotong pendek. Suasana seperti menjelang larut malam. Ia duduk bertafakur seorang diri di ruangan yang kosong. Pikirannya seperti mendapat firasat. Matanya entah menatap apa. Ia seolah-olah mendengar suara burung. Sebuah gumam solilokui muncul spontan dari mulutnya:
- Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
- Akses penuh seluruh artikel Tempo+
- Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
- Fitur baca cepat di edisi Mingguan
- Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo