Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Seni

Berita Tempo Plus

White Stone Dan Silat Madura

Hari Ghulur menyuguhkan tari White Stone. Memadukan ekspresi emosional pesilat dan penari, mendekonstruksi stigma “kerasnya” orang Madura.

4 Mei 2019 | 00.00 WIB

Pertunjukan tari White Stone karya Hari Ghulur di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, 28 April lalu.  TEMPO/Dinda Leo
Perbesar
Pertunjukan tari White Stone karya Hari Ghulur di Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, 28 April lalu. TEMPO/Dinda Leo

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

SUARA bising mirip deru mesin pemotong batu memecah keheningan Teater Arena Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, yang gelap-gulita pada Ahad malam, 28 April lalu. Setelah beberapa menit, suara tak berirama itu berhenti, bersamaan dengan nyala lampu yang mengguyurkan cahaya kuning pucat ke tubuh enam penari yang berdiri tegap mematung. Dalam senyap, dua penari lelaki dan empat penari perempuan berkostum serba hitam itu berjalan pelan ke tengah arena membentuk formasi bertumpuk dalam posisi tengkurap. Setelah penari di posisi paling bawah berupaya membebaskan diri, formasi itu pun terberai. Mereka jatuh berguling-guling.

Image of Tempo
Image of Tempo
Berlangganan Tempo+ untuk membaca cerita lengkapnyaSudah Berlangganan? Masuk di sini
  • Akses edisi mingguan dari Tahun 1971
  • Akses penuh seluruh artikel Tempo+
  • Baca dengan lebih sedikit gangguan iklan
  • Fitur baca cepat di edisi Mingguan
  • Anda Mendukung Independensi Jurnalisme Tempo
Lihat Benefit Lainnya
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus