TEMPO.CO, Depok - Forum Komunikasi Hijau minta pengelola Universitas Islam Internasional Indonesia atau UIII menyediakan lahan 25 hektar untuk ruang terbuka publik. Koordinator Bidang Humas dan Komunikasi dan Publik Forum Komunikasi Hijau Muhammad Yunus mengatakan kampus hijau UIII akan dibangun di lahan seluas 1425 hektar milik Radio Republik Indonesia di Depok.
"Ruang terbuka yang dimaksud itu bisa diakses secara penuh oleh seluruh lapisan masyarakat," ujar Yunus kepada Tempo, Senin, 22 Janauri 2018.
Menurut Yunus, letak lahan itu melingkupi area situs sejarah Rumah Cimanggis. "Sekaligus menjadikan rumah tersebut sebagai area milik masyarakat yang bisa digunakan pula sebagai museum atau kantor pengelola," ungkapnya.
Yunus menambahkan ruang publik sebagai kawasan pendidikan luar ruang semisal camping ground, taman keanekaragaman hayati, dan kebun pengamatan. "Bisa dijadikan ajang masyarakat untuk berinteraksi, berdialog, bercengkerama, berolahraga, atau sebagai lahan ekspresi dan eksplorasi kanak-kanak untuk tumbuh dan berkembang, serta sebagai simbol keberlanjutan kota."
Ruang publik seluas minimal 25 hektar itu, kata Yunus, akan tetap merupakan bagian dari wilayah hijau kampus UIII. Namun terbuka untuk dimasuki masyarakat luas. "Meskipun harus dibatasi dengan sekat yang memisahkan kegiatan publik dengan kegiatan kampus UIII," tuturnya.
Menurut Yunus, perspektif ruang terbuka di kampus
UIII ini muncul berdasarkan pemahaman para aktivis lingkungan yang tergabung dalam FKH. "Saat ini Forum Komunikasi Hijau yang merupakan bagian Komunitas Sejarah Depok yang membidangi lingkungan bertujuan mendorong perlunya institusi resmi yang mewujudkan lahan-lahan hijau untuk kepentingan publik."
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini