Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Bonny Z. Minang mengatakan kuota rumah subsidi dalam program fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP tahun ini akan ditambah. Ia mendapat kabar ini dari Dirjen Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Rionald Silaban.
“Pak Rio bilang sudah ditetapkan 420.000 unit (rumah subsidi), ada penambahan 200.000 unit,” kata Bonny dalam acara diskusi Kinerja Menyelisik Kinerja 100 Hari Kementerian PKP di Kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Februari 2025. Adapun sebelumnya, kuota FLPP ditetapkan sebanyak 220.000 unit.
Bonny juga mengatakan anggaran untuk program kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi ini akan dikucurkan secara bertahap. “Akan diturunkan Rp 6 triliun dulu supaya (programnya) bisa jalan,” kata Bonny.
Sebelumnya, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sempat menyampaikan rencana peningkatan target pembangunan rumah subsidi hingga 4 kali lipat. Jumlah tersebut ia sampaikan ke Kementerian Keuangan sebagai salah satu usulan guna mendukung program 3 juta rumah.
"Kami menargetkan rumah subsidi dari sebelumnya 220 ribu menjadi 800 ribu,” kata menteri yang akrab disapa Ara tersebut seperti dikutip dari keterangan resminya, Sabtu, 16 November 2024.
Terkait dengan rencana tersebut, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon Napitupulu juga mengaku sudah menyiapkan sejumlah skema untuk membantu merealisasikannya. Akan tetapi, Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan penambahan kuota KPR subsidi lewat mekanisme FLPP menjadi 800 ribu unit harus didiskusikan dahulu dengan DPR RI. Menurutnya, hal itu akan dibahas tahun depan dalam perencanaan APBN 2026.
“Berapa ditambahnya? Pak Ara sudah punya angka, Pak Nixon sudah punya angka. Sudah masuk APBN belum? Belum,” kata Suahasil dalam diskusi Percepatan Penyaluran Program 3 Juta Rumah di Jakarta Pusat, Jumat, 29 November 2024.
Suahasil mengatakan penambahan jumlah FLPP untuk pada APBN 2025 telah ditetapkan pada September 2024 lalu. Penambahan alokasi FLPP pada APBN 2025, kata dia, jumlahnya menjadi 220 unit rumah. “Kalau nanti ada penambahan kuota, pasti akan diumumkan lagi,” ujarnya.
Hanin Marwah dan Hammam Izzuddin berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Setelah Tantang BPK Audit Pengembang, Menteri PKP: Kami Juga Minta Diaudit
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini