Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Mau Bisnis Optik Anak? Indonesia Bisa Jadi Pasar Besar

Anda berencana berbisnis optik untuk anak? Ternyata anak yang menggunakan kacamata di Indonesia cukup banyak.

12 Maret 2018 | 13.15 WIB

Ilustrasi anak dan kacamata/masalah penglihatan. Pexels.com
Perbesar
Ilustrasi anak dan kacamata/masalah penglihatan. Pexels.com

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan usaha meyakini Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dalam penyediaan kacamata atau lensa mata pada segmen anak-anak. Hal itu mengacu pada populasi dan kalkulasi lainnya. Alexander F Kurniawan, Chairman PT Optik Tunggal Sempurna mengungkapkan selama ini belum ada satu institusi pun di Indonesia yang melirik bisnis penyediaan kebutuhan layanan kesehatan mata khusus untuk anak. "Padahal berdasarkan data BPS, Indonesia memiliki lebih dari 260 juta penduduk yang 27,2 persen di antaranya adalah anak-anak berusia 18 tahun ke bawah. Itu artinya, sekitar 70 juta penduduk masih anak-anak," katanya, Ahad 11 Maret 2018. Baca: Kaesang Pangarep 'Nebeng' Kakak, Simak 5 Bisnis Besar Kakak-Adik

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Lebih spesifik lagi, lanjutnya, Perhimpuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) mencatat sebanyak 10 persen dari anak-anak di Tanah Air membutuhkan kacamata karena mengalami kelainan refraksi mata. Bila dibagi dengan 70 juta penduduk yang masih tergolong anak-anak berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), maka mereka yang membutuhkan kacamata sekitar 7 juta anak.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Itu masih menggunakan kalkulasi dari data BPS dan Perdami. Namun bila mengalkulasinya dengan mengikutsertakan data dari negara tetangga, yakni Singapura, potensi ceruk pasar Indonesia lebih besar lagi. "Singapore Health Promotion Board (SHPB) pernah merilis data, sebanyak 28 persen dari anak-anak usia 6 tahun ke bawah sudah menggunakan kacamata." Baca: Stroke Akibat Pendarahan atau Penyumbatan, Lebih Parah Mana?

Untuk anak 12 tahun ke bawah, kira-kira SD kelas 6 ke bawah, ada 65 persen dari seluruh anak yang menggunakan kacamata. Sedangkan untuk anak umur 16 tahun ke bawah, sebanyak 70 persen dari semua anak-anak tersebut menggunakan kacamata. Dia mengakui memang tidak bisa melakukan perbandingan langsung antara Indonesia dan Singapura. Hal itu karena penduduk Singapura jauh lebih kecil dari Indonesia, atau hanya sekitar 4,5 juta jiwa.

Namun bila angka 10 persen yang diperoleah Perdami disandingkan dengan 65 persen angka Singapura, kemudian diambil angka tengahnya, yakni 20 persen-30 persen, itu berarti ada sekitar 20-25 juta anak Indonesia yang membutuhkan kacamata. "Itu merupakan angka yang luar biasa," kata Alexander.

 

 

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus