TAMPAKNYA baru kali ini Menteri Keuangan J.B. Sumarlin meresmikan sebuah bank didampingi Menko Polkam Sudomo dan Ketua Umum NU Abdurrachman Wahid. Itu terjadi di Surabaya Rabu pekan silam dalam acara peresmian PT Anglomas Internasional Bank, disingkat Amin Bank. Presiden Komisaris Amin Bank H.M.Y. Bambang Sujanto memberi alasan kadatangan tiga tokoh itu. "Saya teman baik mereka. Dan mereka datang untuk ikut meramaikan peresmian bank ini tanpa embelembel apa pun," katanya. Amin Bank merupakan anak perusahaan ke-13 dari KITA Group, yang dirintis oleh mendiang Lioe Kim Tjiauw. Satu di antara perusahaan itu adalah PT Kedawung Setia Industrial, produsen peralatan dapur. Panci yang diproduksi Kedawung mengisi 10-15% pasar di Indonesia. Sebagian bahkan sudah diekspor ke AS, Eropa, Jepang, Arab, dan Australia. Ada pula industri jasa, seperti Malang Regent Hotel. Bambang Sujanto sendiri, anak keturunan Lioe Kim Tjiauw, sehari-harinya menduduki posisi Direktur Utama Kedawung Setia dan aktif pula sebagai Ketua PITI (Pembina Iman Tauhid Islam) Jawa Timur. Untuk Amin Bank, modal yang disetorkan oleh KITA Group Rp 11 milyar. Konsentrasi operasinya pada retail banking, sektor usaha perbankan yang persaingannya cukup ketat. Bambang mempercayakan pengelolaan banknya kepada sejumlah profesional yang memiliki latar belakang panjang di bidang jasa keuangan ini. Di antara mereka adalah H.A. Gandasumantri, bekas wakil pimpinan BRI Wilayah Jawa Timur. Bankir yang sudah berpengalaman selama 20 tahun ini menduduki posisi Direktur Utama Amin Bank. Langkah itu agaknya diambil supaya Amin Bank tak kalah bersaing di tengah belantara bank yang tumbuh di mana-mana karena kemudahan Pakto 1988. Maka pemilik Amin Bank itu optimistis bisa melebarkan sayap dalam waktu dua tahun kendati cuma di sekitar Surabaya.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini