Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Prabowo Beri Tugas Berat AHY Membangun Giant Sea Wall di Pantura Jawa, Rinciannya?

Antisipasi banjir rob di wilayah utara Pulau Jawa, Prabowo menugaskan Menko Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY membangun Giant Sea Wall di Pantura.

28 Februari 2025 | 11.40 WIB

Suasana proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah
Perbesar
Suasana proyek pembangunan tanggul raksasa pengaman pantai (Giant Sea Wall) di kawasan Muara Baru Jakarta, 28 Desember 2017. Tempo/Fakhri Hermansyah

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menugaskan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk membangun tanggul laut raksasa alias Giant Sea Wall di pantai utara Pulau Jawa.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

“Pak AHY saya beri tugas yang berat (bidang) infrastruktur, salah satu nanti infrastruktur paling penting adalah Giant Sea Wall. Giant Sea Wall yang akan menyelamatkan pantai utara Jawa,” kata Presiden kepada AHY saat acara penutupan Kongres VI Partai Demokrat di Jakarta, Selasa, 25 Februari 2025 seperti dilansir dari Antara.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Presiden kemudian menyebutkan beberapa lokasi pembangunan tanggul raksasa itu, di antaranya mencakup pantai utara di ujung Pulau Jawa, tepatnya di Banten, sampai dengan di Gresik, Jawa Timur.

“Sekian ratus kilometer harus kita bangun. Apa bisa?” kata Prabowo.

Prabowo optimistis proyek itu dapat berjalan, kendati belum bisa memprediksi berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membangunnya. “Saya tidak tahu berapa tahun, insya Allah dengan tekad kita akan bisa," kata Prabowo.

Prabowo menekankan akan segera merealisasikan proyek itu. Anggaran untuk proyek tersebut juga sudah tersedia. "Kami akan putuskan mulai dengan kekuatan sendiri, bukan potensi lagi, kita jelas punya, uangnya siap. Kita mulai secepatnya," kata Prabowo.

Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung menyebut pemerintah Jakarta dan pemerintah Presiden Prabowo bakal bekerja sama dalam proyek pembangunan tanggul raksasa tersebut sebagai solusi banjir jangka panjang.

“Kerja sama pemerintah pusat dengan pemerintah Jakarta harus dilanjutkan. Karena di situlah (Giant Sea Wall), sumber air tawar nanti akan bisa diambil, kemudian juga supaya permukaan air ini nggak tiap waktu terus turun. Sekarang ini kan terus turun,” kata Pramono setelah perayaan kemenangan pilkada Jakarta di Jimbaran Resto, Ancol, pada Jumat, 31 Januari 2025.

Selain itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga pernah menuturkan bahwa tujuan pembuatan tanggul laut raksasa adalah untuk mengatasi adanya ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah atau land subsidence di wilayah utara Pulau Jawa.

Menurutnya, Pantai Utara Jawa terpantau mengalami variasi penurunan tanah sekitar 1 hingga 25 sentimeter per tahun. Di samping itu, tantangan lain yang mengintai adalah peningkatan permukaan air laut sebesar 1 hingga 15 sentimeter per tahun di beberapa wilayah, serta kejadian banjir rob.

Sementara itu, AHY sebelumnya sempat mengatakan proyek tanggul laut raksasa membutuhkan anggaran besar. Namun, pemerintah akan tetap mengupayakan proyek ini dapat berjalan.

Karenanya untuk menyokong pembangunan ini, pemerintah akan berupaya mencari investor karena pemerintah tidak mampu membiayai proyek besar ini sendirian. 

"Ada keterbatasan anggaran di sana sini. Kami harus mencari sumber-sumber pendanaan yang kredibel," kata AHY di kantornya pada 8 Januari 2025. "Kami melibatkan atau ingin memperkuat skema kerja sama pemerintah dan badan usaha. Investasi harus dihadirkan, dari dalam maupun luar negeri."

Untuk diketahui, pembangunan tanggul ini menjadi satu dari sekian proyek besar yang digarap Prabowo di era pemerintahannya. 

Adapun proyek ini disebut telah dirancang sejak lama, hal ini disampaikan, Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo, dalam pertemuan APEC Business Advisory Council Indonesia di Hutan Kota by Plataran, GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 31 Agustus 2024. Menurutnya pembangunan giant sea wall telah dirancang oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sejak 1994. 

Sepuluh tahun silam, proyek ini telah siap dimulai. Tapi menurut Hashim, tak ada kemajuan selama sepuluh tahun terakhir. “Kalau tidak salah, sepuluh tahun lalu sudah mantap dan bisa dimulai. Tapi ada apa selama sepuluh tahun tidak ada kemajuan,” kata Hashim.

Yohanes Maharso, Raden Putri Alpadillah Ginanjar, Hendrik Yaputra, dan Riri Rahayu berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan editor:  Pramono Anung Bakal Kerja Sama dengan Prabowo di Giant Sea Wall untuk Atasi Banjir

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus