Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Dugaan Kebocoran Data, Deretan Aplikasi Milik BPJS Kesehatan Disorot

Data pribadi 279 penduduk Indonesia di BPJS Kesehatan Timboel Siregar diduga telah bocor dan diperjualbelikan secara online di situs raidsforum.com.

23 Mei 2021 | 13.32 WIB

Dugaan Kebocoran Data, Deretan Aplikasi Milik BPJS Kesehatan Disorot
Perbesar

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Data pribadi 279 penduduk Indonesia di BPJS Kesehatan Timboel Siregar diduga telah bocor dan diperjualbelikan secara online di situs raidsforum.com. Koordinator BPJS Watch pun menyoroti sederet aplikasi milik lembaga tersebut yang bisa menjadi sumber dari kebocoran.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Sebaiknya memang aplikasi yang ada di BPJS Kesehatan juga bisa disederhanakan jumlahnya sehingga bisa lebih efektif dan efisien dalam mengalola program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 23 Mei 2021.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kabar soal kebocoran ini mencuat pertama kali pada 20 Mei 2021. Data tersebut mencakup nomor induk kependudukan, kartu tanda penduduk, nomor telepon, email, nama, alamat, hingga gaji.

Timboel kemudian merinci sejumlah aplikasi yang dimiliki BPHS. Untuk mendukung sistem informasi manajemen kepesertaan, ada 6 aplikasi. Mulai dari Mobile JKN, BPJS Checking, e-Dabu, BPJS Admin, Registrasi Badan Usaha, dan Portal Bersama.

Lalu untuk sistem informasi layanan publik, ada 6 aplikasi dan portal lain. Mulai dari website BPHS, Mudik BPJS Kesehatan, Portal Jamkesnews, Aplicares, dan Web Skrinning.

Sementara untuk sistem informasi manajemen penjaminan pelayanan Kesehatan, ada 8 Aplikasi. Mulai dari Health Facilities Information System (HFIS), Pcare-Eclaim, vClaim, Sidik Jari BPJS Kesehatan, Antrean Faskes, Luar paket INACBGs (LUPIS), Apotek Online, dan Klaim Covid-19.

Dengan banyaknya aplikasi tersebut, Timboel menyebut ada kemungkinan direst dan menyebabkan kebocoran data. Kemungkinan kedua yaitu orang dalam yang membocoran data tersebut. "Saya cenderung menilai kemungkinan pertama yang terjadi, walaupun tentunya penyelidikan atas kemungkinan kedua pun harus dilakukan," kata dia.

Penyelidikan kini telah dilakukan BPJS sampai polisi. Jumat kemarin, 21 Mei 2021, Kominfo juga telah memanggil direksi BPJS Kesehatan. Tempo mengkonfirmasi hasil pertemuan ini kepada juru bicara BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf, tapi belum ada jawaban.

FAJAR PEBRIANTO

 

 

Fajar Pebrianto

Meliput isu-isu hukum, korupsi, dan kriminal. Lulus dari Universitas Bakrie pada 2017. Sambil memimpin majalah kampus "Basmala", bergabung dengan Tempo sebagai wartawan magang pada 2015. Mengikuti Indo-Pacific Business Journalism and Training Forum 2019 di Thailand.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus