Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada akhir pekan lalu telah memberi gejala rebound jangka pendek di rentang 7.000-7.100.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih memperkirakan kenaikan IHSG di atas 7.100 akan mengakhiri channel turun dalam 3 minggu terakhir. "Jika indeks gagal bertahan diatas 7.000, bahkan 6.900, maka indeks bisa melanjutkan pelemahan ke 6.850-6.750," katanya seperti dikutip dari analisisnya hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini
Dalam perdagangan hari ini, ia menyoroti sedikitnya dua saham. Kedua saham itu adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk. atau ADRO dan PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA.
Untuk saham ADRO yang pekan lalu ditutup di level 3.960, misalnya, Alfatih menyarankan investor untuk membelinya. "Beli di target 4.200-4.600. Stop 3.870," ujarnya.
Menurut Alfatih, pergerakan harga saham ADRO harga akhir pekan yang lalu menguat dalam konsolidasi (pola sejak awal September 2022) di kisaran 3.870-4.200. Konsolidasi sedang dalam bayangan channel naik pola sejak Juli 2022.
Sedangkan untuk saham BBCA yang pekan lalu ditutup di leve 8.550, Alfatih merekomendasikan investor untuk membeli saham tersebut. "Target 8 800. Next 9.200-9.400. Stop .8475, buy back 8.250-8.200," tuturnya. Harga akhir pekan lalu, kata Alfatih, saham BBCA menguat dari level penting 8.200, pola sejak awal tahun.
Adapun IHSG mampu bertahan di level 7.000 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat, 30 September 2022. Padahal, IHSG sempat anjlok ke level 6.926,66.
"Sempat turun hingga lebih dari 1 persen di awal sesi, IHSG sedikit memantul kembali dan menembus level 7.000an meskipun masih ada di zona merah," kata tim analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat.
IHSG menutup sesi perdagangan sesi pertama di posisi 7.001,25 atau melemah 0,50 persen dari level penutupan perdagangan kemarin 7.036,2. Per akhir, sebanyak 119 saham menguat. Sisanya, 442 saham melemah dan 118 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 7,4 triliun, frekuensi trading, 770.698 kali, dan volume trading sebanyak 147,9 juta lot.
Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.