Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

IHSG Menguat Tipis di Level 7.195, Pasar Menanti Keputusan Gubernur BI Besok

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,86 persen ke level 7.195,71. Pasar berharap Gubernur BI pertahankan suku bunga acuan.

19 November 2024 | 20.03 WIB

Karyawan menggunakan telepon pintar di depan layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 21 Oktober 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16 oersen atau 12,535 poin menjadi 7.772,596 pada sehari setelah pelantikan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. TEMPO/Tony Hartawan
Perbesar
Karyawan menggunakan telepon pintar di depan layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin 21 Oktober 2024. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,16 oersen atau 12,535 poin menjadi 7.772,596 pada sehari setelah pelantikan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. TEMPO/Tony Hartawan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat tipis 0,86 persen ke level 7.195,71 pada akhir perdagangan Selasa, 19 November 2024. Penguatan hari ini jadi pemecah kebuntuan setelah IHSG terus berada di zona merah sejak perdagangan akhir pekan lalu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, mengatakan IHSG berpotensi bergerak pada rentang 7.175-7.250 pada perdagangan Rabu besok. Katalisnya adalah hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang akan diumumkan besok. “Pasar domestik tengah menanti keputusan hasil RDG BI,” tulis Alrich dalam analisa rutinnya.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Menurutnya, ekspektasi pasar mengarah pada keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6 persen. Hal itu, kata dia mencerminkan fokus pada stabilitas moneter. Posisi nilai tukar rupiah saat ini, yang bergerak dalam rentang Rp15.700-Rp15.800. Kondisi ini berbeda dibandingkan dengan September lalu ketika BI melakukan pemangkasan suku bunga di tengah nilai tukar rupiah yang lebih kuat di kisaran Rp15.200.

Sementara itu, dari global, perhatian pasar tertuju pada rilis data inflasi Inggris untuk Oktober 2024, yang diproyeksikan meningkat menjadi 2,10 persen year on year (yoy) dibandingkan 1,70 persen yoy pada bulan September. Tren kenaikan inflasi ini mencerminkan dampak kebijakan Bank of England (BoE), yang sebelumnya telah memangkas suku bunga sebagai langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dari regional, perhatian juga tertuju pada rilis data Loan Prime Rate (LPR) China untuk bulan November, di mana tingkat suku bunga pinjaman 1 tahun diperkirakan tetap berada di level 3,10 persen dan tingkat suku bunga pinjaman 5 tahun stabil di 3,60 persen.

“Kebijakan ini mencerminkan pendekatan Cina yang hati-hati dalam menjaga likuiditas dan mendukung pemulihan ekonomi,” kata Alrich.

Hammam Izzuddin

Lulus dari jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta. Menjadi jurnalis media lokal di Yogyakarta pada 2022 sebelum bergabung dengan Tempo pada 2024

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus