Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Kementerian Perindustrian Sampaikan Penyebab Turunnya Indeks Kepercayaan Industri Maret 2025

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri pada Maret 2025 berada di angka 52,98 poin. Turun dibanding Februari.

27 Maret 2025 | 12.07 WIB

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Gedung Garuda Kemenperin, Jakarta, 13 Januari 2025. TEMPO/Dian Rahma
Perbesar
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Gedung Garuda Kemenperin, Jakarta, 13 Januari 2025. TEMPO/Dian Rahma

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Maret 2025 berada di angka 52,98 poin atau dalam level ekspansi. Angka ini mengalami penurunan 0,17 poin dibandingkan dengan periode Februari 2025 yakni 53,15 poin (MoM). Sementara, secara tahunan, posisi ini menurun 0,07 poin dibanding Maret 2024 yang berada di angka 53,05 (YoY).

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif mengatakan penurun IKI bulan ini dipengaruhi momentum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah. “Perlambatan IKI pada Maret ini salah satunya karena adanya libur lebaran, yang biasanya produksi ikut mengalami penurunan," ujar Febri secara virtual pada Rabu, 26 Maret 2025. Menurut Febri perusahaan justru meningkatkan produksinya pada dua atau tiga bulan sebelum Ramadan dan itulah momentum puncak.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Kendati turun, IKI masih berada dalam level ekspansi berkat 21 subsektor industri non migas yang berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto 2024 sebesar 96,5 persen. Febri menyebut dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah industri pencetakan dan reproduksi media rekaman serta industri farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional. Sementara, dari 23 subsektor yang dianalisis terdapat dua subsektor yang menurun atau kontraksi. 

Febri berujar keduanya yakni subsektor industri furnitur serta sub sektor industri karet, barang dari karet dan barang dari plastik mengalami kontraksi (penurunan) pada bulan ini. Di sub sektor industri karet, barang dari karet dan plastik terjadi penurunan pemesanan dalam pasar domestik maupun mancanegara. 

Kemenperin menganalisis penurunan pesanan khusus produk plastik disebabkan sudah terlewatnya peak season untuk produksi dan permintaan di dalam negeri. Sementara penurunan IKI terhadap industri karet yang mengandalkan pasar Amerika Serikat terhambat akibat kebijakan Presiden Donald Trump. 

Sementara itu, Kemenperin menilai penurunan IKI di subsektor industri furnitur  yang disebabkan oleh penurunan pesanan. "Berdasarkan data IKI, penurunan pesanan ini mungkin karena adanya terjadinya penurunan pesanan dari luar negeri, terutama dari perusahaan importir dalam hal ini Amerika Serikat," ujar Direktur Industri Hasil Hutan dan Perkebunan (IHHP) Kemenperin Krisna Septiningrum.

Krisna menjelaskan pasar Amerika Serikat menyerap 60 persen dari total ekspor furnitur Indonesia ke seluruh dunia. Krisna memprediksi kebijakan Presiden Donald Trump juga berpengaruh terhadap turunnya permintaan ekspor furnitur ke Negeri Paman Sam itu. "Hal tersebut juga ada kaitannya dengan adanya ketegangan perdagangan yang terjadi saat ini, ketidakpastian tarif serta ekspektasi dari konsumen terhadap tekanan harga yang berkepanjangan," kata Krisna.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus