Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Listrik Padam 3 Provinsi, PLN: Kami Tidak Lihat Adanya Sabotase

Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan listrik padam di 3 provinsi murni disebabkan oleh hal-hal teknis.

5 Agustus 2019 | 08.42 WIB

Direktur Pengadaan Strategis I PLN Sripeni Inten Cahyani menjelaskan kepada media terkait rencana pembangunan PLTA Tanah Kuning di Kalimantan Utara, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko
Perbesar
Direktur Pengadaan Strategis I PLN Sripeni Inten Cahyani menjelaskan kepada media terkait rencana pembangunan PLTA Tanah Kuning di Kalimantan Utara, di kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juli 2019. Tempo/Dias Prasongko

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Plt Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sripeni Inten Cahyani mengatakan padam listrik yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten murni disebabkan hal teknis. Dia mengatakan hal itu tidak terkait dengan adanya motif politik, karena dia baru menjabat beberapa hari sebagai dirut.

"Ini memang murni teknis. Berkaitan dgn hal hal teknis dan terjadinya ganggian. Kami tidak melihat ini adanya satu hal yang sifatnya politis atau sabotase, tidak," kata Sripeni di kantor Unit Induk Pusat Pengatur Beban Gandul, Depok, Ahad, 4 Agustus 2019.

Sebelumnya terjadi pemadaman listrik dari pukul 11.48 hingga hampir tengah malam di Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Hal itu berawal dari gangguan beberapa kali pada Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran- Pemalang. Hal itu menyebabkan menyebabkan aliran listrik di Depok dan Tasik gangguan.

"PLN telah melakukan upaya-upaya maksimal dan akan melakukan evaluasi internal untuk mencegah terulangnya kejadian hari ini" kata Sripeni.

GM Unit Induk Pusat Pengatur Beban PLN Edwin Nugraha Putra menjelaskan padam listrik itu disebut N minus 3. Dia mengatakan N minus 3 artinya terdapat 3 sirkuit listrik yang terganggu. Yaitu, kata dia, di Pemalang-Ungaran terdapat dua sirkuit listrik di sistem utara. Kemudian di sisi selatan atau di Depok dan Tasikmalaya ada pemeliharaan 1 sirkuit.

"Sehingga ada total ada tiga sirkuit. Nah dua sirkuit di atas gangguan. Jadi langsung ada tiga sirkuit totalnya, disebut. N minus 3. Gangguan N minus 3 tadi, terjadi satu kondisi yang disebut tegangan turun dengan cepat sehingga sirkuit yang bertahan tadi lepas. Akibatnya terlepaslah sistem barat dan timur," kata GM Unit Induk Pusat Pengatur Beban PLN itu. "Ini makanya kita sekarang emergency".

HENDARTYO HANGGI

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600
close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus