Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Bisnis

Luhut: Meski Indeks Ketahanan Pangan Naik, Impor Pangan Meningkat Tiap Tahun

Menteri Luhut menyebut upaya mendorong ketahanan pangan nasional perlu dibenahi, terlebih karena ada peringatan ancaman krisis pangan dunia.

30 Oktober 2020 | 15.18 WIB

Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis
material-symbols:fullscreenPerbesar
Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyebut upaya mendorong ketahanan pangan nasional perlu dibenahi. Hal ini mengingat adanya peringatan terkait ancaman krisis pangan dunia akibat pandemi Covid-19 dikeluarkan oleh Organisasi PBB untuk pangan dan pertanian dunia (FAO) di bulan Maret 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100

"Dan meskipun indeks ketahanan pangan nasional Indonesia naik, nyatanya tidak selaras dengan ketahanan pangan mandiri kita karena masih adanya peningkatan jumlah impor bahan pangan setiap tahunnya," tulis Luhut dalam unggahannya di akun instagram @luhut.pandjaitan, Jumat, 30 oktober 2020.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Untuk itu, pemerintah pun berencana mengembangkan Food Estate. Selain di Provinsi Kalimantan Tengah, Food Estate tersebut akan dibangun di Desa Siria-ria,Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Bersama dengan Presiden Joko Widodo, Luhut telah meninjau areal Food Estate tersebut. Ia mengatakan pemilihan lahan tersebut sudah melalui serangkaian kajian lingkungan dan proses peralihan fungsi kawasan hutan yang dilakukan oleh kementerian bersama seluruh kementerian terkait dengan melibatkan akademisi dari berbagai Universitas dan Institut ternama di bidang Pertanian.

Setelah berkeliling di lahan Kawasan Food Estate, Luhut mengatakan presiden pun membagikan puluhan ribu sertifikat tanah kepada masyarakat adat di Stadion Simangaronsang, Kecamatan Doloksanggul.

"Saya melihat sertifikat yang dibagikan termasuk di antaranya adalah 87 sertifikat untuk bidang lahan yang berada di kawasan Food Estate di Humbang Hasudutan agar keberadaan lahan produktif tetap terjaga baik," ujar Luhut.

Lebih jauh, Luhut mengatakan pada hari ini masyarakat mungkin belum merasa resah karena bahan pangan masih tersedia. Namun, ia mengingatkan bahwa krisis pangan global sudah mengintai dari jauh.

"Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal diam, terobosan dan langkah harus terus diupayakan demi mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi di masa mendatang," tutur Luhut.

Dengan demikian, kelak ketika pandemi usai, kata dia, Indonesia akan mencapai cita-cita besarnya yaitu Ketahanan Pangan Nasional secara mandiri lewat swasembada pangan secara keseluruhan serta merajai ekspor bahan pangan di seluruh dunia.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x100
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus