Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Gaya Hidup

Cegah Tawuran Remaja dengan Lebih Banyak Edukasi dari Orang Tua

Keluarga perlu mempertimbangkan pentingnya berdiskusi dengan anak agar terhindar dari kekerasan antarkelompok, termasuk tawuran remaja.

28 Maret 2023 | 21.45 WIB

Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan
Perbesar
Ilustrasi tawuran. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

TEMPO.CO, Jakarta - Dosen Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Depok, Dian Wisnuwardhani, menyebut pentingnya peran keluarga untuk mencegah tawuran remaja yang marak terjadi, termasuk saat Ramadan 2023/1444 H.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

"Ketika seorang remaja melakukan kesalahan, pilihan ada dua, mengajak berdiskusi atau memberi hukuman," kata psikolog Laboratorium Intervensi Sosial dan Krisis Fakultas Psikologi UI itu.

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

slot-iklan-300x600

Keluarga perlu mempertimbangkan pentingnya berdiskusi dengan anak agar terhindar dari kekerasan antarkelompok. Dian menjelaskan ketika anak langsung dihukum,maka ia tidak diberi kesempatan untuk memikirkan kesalahan dan berpikir secara rasional. Ketika diajak berdiskusi, anak diberi keleluasaan untuk berpikir dan diberitahu risiko perbuatannya karena orang tua masih bertanggung jawab 100 persen kepada anak usia remaja.

Anak juga perlu edukasi dari orang tua karena keluarga menjadi tempat bernaung anak selama hidupnya, apakah itu dengan orang tua atau keluarga besar seperti kakek, nenek, bibi, atau paman. Keluarga harus kompak dalam mendidik anak mengenai pergaulan di luar rumah.

Dian menjelaskan remaja cenderung mencari lingkungan pertemanan di luar keluarga sebagai tempat bernaung yang paling nyaman. Ketika merasa memiliki banyak kemiripan, baik dari fisik, minat, maupun hobi, dengan kelompok temannya, maka apapun yang dilakukan oleh kelompok dia akan mengikutinya. Kesamaan itulah yang menurut mereka arti teman sesungguhnya sehingga cenderung ingin melakukan segala sesuatu bersama-sama.

Pengaruh kelompok teman
Lingkungan, guru, dan orang tua memang bisa dipilih sebagai tempat belajar. Tetapi remaja cenderung merasa tidak bisa mengembangkan diri karena lebih banyak dilarang. Sedangkan di kelompok pertemanan, mereka dapat memenuhi rasa ingin tahu karena bisa langsung mencoba dan melakukan minat bersama-sama.

Dian mengatakan momentum Ramadan bisa dimanfaatkan oleh orang tua untuk mengajarkan bagaimana bersikap dan berperilaku di tengah masyarakat karena itu jauh lebih penting daripada hanya menghapal teori-teori di buku pelajaran.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mencatat delapan aksi tawuran remaja dan warga di DKI Jakarta pada awal Ramadan 2023. Salah satunya di Pasar Gili Palmerah, Jakarta Barat, 23 Maret, yang mengakibatkan MJ (29) tewas.

Dian mengatakan dari kejadian di Palmerah seharusnya menjadi pembelajaran bersama pihak sekolah dan orang tua, juga murid, tentang apa yang harus dilakukan karena tawuran juga bisa mempengaruhi nama baik sekolah. Pihak sekolah juga bisa mempertimbangkan pendampingan dari psikolog untuk memperbaiki perilaku yang sudah terbentuk karena memperbaiki lebih susah daripada membentuk perilaku.

"Butuh proses konseling yang panjang dan konsisten," tegasnya.

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram http://tempo.co/. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram terlebih dahulu.

close

Baca berita dengan sedikit iklan, klik di sini

Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2024 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum
Beranda Harian Mingguan Tempo Plus